Lima Puluh Kota, Kabarins.com – Fenomena alam langka berupa lubang runtuhan tanah (sinkhole) menggegerkan warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, pada Sabtu pagi, 4 Januari 2026. Lubang besar tersebut memiliki diameter sekitar 5 meter dengan kedalaman diperkirakan mencapai 27 meter, berdasarkan keterangan awal warga setempat.
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WIB, ketika warga mendengar suara dentuman keras dari arah lokasi kejadian. Setelah ditelusuri, warga menemukan tanah amblas membentuk lubang vertikal yang cukup dalam, sehingga memicu kepanikan dan kekhawatiran akan potensi meluasnya dampak ke area sekitar.
Saat ini, lokasi kejadian telah berada dalam pemantauan pihak Kepolisian bersama dinas terkait, termasuk unsur pemerintah daerah dan instansi teknis. Penelitian awal dilakukan guna memastikan penyebab kemunculan lubang serta menilai tingkat risiko terhadap pemukiman warga di sekitarnya.
Penjelasan Ahli: Sinkhole Akibat Proses Geologi Alami
Menurut para ahli geologi, sinkhole umumnya terjadi akibat proses pelarutan batuan di bawah permukaan tanah, terutama pada wilayah yang memiliki lapisan batu kapur (karst). Air tanah yang bersifat asam dapat melarutkan batuan tersebut secara perlahan hingga akhirnya lapisan atas kehilangan penopang dan runtuh secara tiba-tiba.

Selain faktor geologi alami, curah hujan tinggi, perubahan muka air tanah, serta getaran alami juga dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Dalam beberapa kasus, suara dentuman yang terdengar merupakan tanda runtuhnya rongga bawah tanah yang sebelumnya tidak terdeteksi.
Ahli juga mengingatkan bahwa sinkhole berpotensi melebar jika kondisi tanah di sekitarnya masih labil. Oleh karena itu, warga diimbau tidak mendekati lokasi, serta menunggu hasil kajian resmi dari instansi berwenang.
Warga Diminta Waspada
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus melakukan pengamanan lokasi dan pengumpulan data lapangan. Langkah ini penting untuk mencegah korban jiwa serta meminimalkan dampak lanjutan.
Masyarakat setempat berharap fenomena ini tidak menimbulkan dampak yang lebih besar dan kondisi segera dinyatakan aman.
( *01 )







