Padang, Kabarins.com – Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam. Peristiwa agung ini mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW yang terjadi hanya dalam satu malam, namun sarat dengan hikmah besar bagi umat Islam, terutama terkait perintah salat lima waktu.
Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang menunjukkan kebesaran Allah SWT serta kemuliaan Rasulullah SAW sebagai utusan-Nya.
Pengertian Isra dan Mi’raj
Secara bahasa, Isra berarti perjalanan malam hari. Dalam konteks ini, Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina.
Sementara itu, Mi’raj berarti naik, yaitu perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha di langit ketujuh untuk menghadap Allah SWT.
Perjalanan luar biasa ini terjadi dalam keadaan Nabi Muhammad SAW sadar dan terjaga, bukan dalam mimpi, dengan kendaraan bernama Buraq, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.
Dalil Al-Qur’an tentang Isra Mi’raj
Peristiwa Isra Mi’raj diabadikan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surat Al-Isra ayat 1, yang berbunyi:
“Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
Ayat ini menegaskan bahwa Isra Mi’raj adalah kehendak dan kekuasaan Allah SWT.
Persinggahan Rasulullah SAW dalam Perjalanan Isra
Dalam perjalanan Isra bersama Malaikat Jibril, Rasulullah SAW singgah di beberapa tempat penting dan melaksanakan salat dua rakaat, di antaranya:
-
Madinah, yang kelak menjadi tempat hijrah Rasulullah SAW
-
Madyan, tempat Nabi Musa AS pernah berlindung
-
Thur Sina, tempat Nabi Musa AS menerima wahyu
-
Baitul Lahm, tempat kelahiran Nabi Isa AS
-
Masjidil Aqsa, tempat Rasulullah SAW menjadi imam bagi para nabi
Pada perjalanan ini pula, Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada pilihan antara susu dan khamar. Beliau memilih susu, yang melambangkan kesucian dan fitrah manusia.
Perjalanan Mi’raj dan Pertemuan dengan Para Nabi
Setelah melaksanakan salat berjamaah di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan Mi’raj menuju Sidratul Muntaha. Dalam perjalanan tersebut, beliau melewati tujuh lapis langit dan bertemu dengan para nabi terdahulu:
-
Langit pertama: Nabi Adam AS
-
Langit kedua: Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS
-
Langit ketiga: Nabi Yusuf AS
-
Langit keempat: Nabi Idris AS
-
Langit kelima: Nabi Harun AS
-
Langit keenam: Nabi Musa AS
-
Langit ketujuh: Nabi Ibrahim AS
Setelah itu, Rasulullah SAW juga mengunjungi Baitul Makmur, tempat para malaikat beribadah.
Hikmah Isra Mi’raj bagi Umat Islam
Hikmah terbesar dari peristiwa Isra Mi’raj adalah ditetapkannya kewajiban salat lima waktu dalam sehari semalam. Salat menjadi sarana utama bagi umat Islam untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT serta menjaga keimanan di tengah kesibukan dunia.
Selain itu, Isra Mi’raj menegaskan keteguhan iman Rasulullah SAW dan menjadi bukti kasih sayang Allah SWT kepada umat manusia.
Kapan Peringatan Isra Mi’raj 2024?
Peringatan Isra Mi’raj diperingati setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah. Berdasarkan kalender resmi Kementerian Agama RI, 27 Rajab 1445 H bertepatan dengan Kamis, 8 Februari 2024.
Pada hari tersebut, umat Islam di seluruh Indonesia biasanya menggelar berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, ceramah, dan doa bersama untuk mengenang peristiwa mulia Isra Mi’raj.(*01).
Baca Juga :







