Rekam Jejak Panjang Suyudi Ario Seto, dari Reserse hingga Dipercaya Menjadi Kapolri

Avatar photo
Komjen Pol Suyudi Ario Seto. Lulusan Akpol 1994 tersebut menapaki karier panjang di Korps Bhayangkara, dari bidang reserse hingga dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Kapolri.

JAKARTA, Kabarins.com –Komjen Pol Suyudi Ario Seto menapaki perjalanan panjang hingga dipercaya menjadi Kapolri.

Lulusan Akpol 1994 ini mengawali karier di bidang reserse sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya.

Ia kemudian dipercaya menjadi Kasat Reskrim di sejumlah wilayah, memimpin Jatanras Polda Metro Jaya, serta menjabat Kapolsek Pasar Minggu dan Kapolsek Tanah Abang.

Kariernya terus menanjak saat dipercaya memimpin sejumlah kepolisian resor, yakni Kapolres Majalengka pada 2014, Kapolres Bogor pada 2015, Kapolresta Bogor Kota pada 2016, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017.

Pada 2019, Suyudi menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, sebelum kemudian menduduki posisi Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Pengalaman di tingkat kewilayahan dan pusat mengantarkannya ke posisi strategis berikutnya.

Pada 2023, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya, kemudian pada 2024 ditunjuk sebagai Kapolda Banten.

Setahun berikutnya, tepatnya Agustus 2025, ia dilantik sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan menyandang pangkat Komisaris Jenderal (Komjen).

Baca Juga:BLT Dana Desa 2026 Disalurkan, 34 KPM di Nagari Aia Manggih Barat Terima Bantuan

Perjalanan panjang dari dunia reserse, kepemimpinan di sejumlah wilayah, hingga jabatan strategis di Polda, Bareskrim dan BNN menjadi bagian penting dari rekam jejak Suyudi.

Puncaknya, pada 1 Oktober 2026, DPR RI menyetujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Namun, bagi Suyudi, jabatan tertinggi di Korps Bhayangkara bukan sekadar pencapaian karier. Dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, ia menegaskan, jabatan Kapolri puncak tanggungjawab.

Ia ingin keberhasilan Polri tidak diukur dari banyaknya slogan, aplikasi, operasi, rapat maupun publikasi, tetapi dari dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Mulai dari rasa aman, pelayanan yang mudah dan cepat, kepastian perkara, perlindungan korban hingga penegakan hukum yang adil,” tegasnya.

Suyudi juga menegaskan kesiapannya mempertanggungjawabkan kepemimpinan melalui hasil nyata.

“Apabila memperoleh amanah, saya siap dinilai dari hasil, bukan dari janji,” katanya. Saya akan menjalankan kepemimpinan sesuai konstitusi, membuka ruang pengawasan dan koreksi masyarakat, serta turun langsung ke lapangan melihat persoalan, mendengar anggota dan masyarakat, mengambil keputusan, dan memastikan keputusan tersebut dilaksanakan,” ucapnya. (*02).

Baca Juga:Bidik 20 Emas, 279 Atlet Pasaman Siap Berlaga di Porprov XVI