– Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (25/05/2026).
Baca juga:Prabowo Disambut Lautan Massa di Bandung, Hujan Tak Surutkan Antusias Warga
Peresmian ini menjadi penegasan penting atas peran Seskoad sebagai lembaga pendidikan strategis yang telah melahirkan banyak pemimpin besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Senin, 25 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan renovasi museum dan perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad),” ujar Presiden dalam sambutannya.
Seskoad memiliki rekam jejak panjang dalam mencetak pemimpin bangsa. Sejumlah tokoh nasional yang pernah menempuh pendidikan di lembaga ini di antaranya Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, serta Presiden Prabowo Subianto sendiri.
Tak hanya itu, tiga alumni Seskoad juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI, yakni Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno.
Di kancah internasional, reputasi Seskoad juga diakui. Tercatat sejumlah perwira dari Singapura yang pernah mengenyam pendidikan di Seskoad kemudian menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) negaranya, di antaranya Neo Kian Hong, Melvyn Ong, David Neo, hingga KSAD Singapura saat ini Cai Dexian.
Baca juga:Bupati Welly Dorong Pemuda Duo Koto Jadi Penjaga Adat dan Budaya Pasaman
Museum Seskoad kini menjadi ruang penting untuk menampilkan sejarah, perjalanan, dan pengabdian para perwira sebagai sumber inspirasi bagi generasi penerus. Kepala Departemen Kejuangan dan Doktrin Seskoad, Kolonel Arhanud Desi Ariyanto, menegaskan bahwa museum tersebut memiliki fungsi edukatif yang kuat.
“Museum ini tujuannya didirikan pada saat itu adalah sebagai tempat untuk menggali semua sejarah karena kita sebagai militer, kita harus tahu khususnya sejarah perang, sejarah militer, dan di dalam sejarah perang itu juga ada leadership,” jelas Desi Ariyanto.
Selain museum, fasilitas perpustakaan Seskoad juga menjadi salah satu yang terbesar, dengan koleksi mencapai sekitar 42 ribu buku. Setiap tahunnya, sekitar 500 siswa mengikuti pendidikan di Seskoad, termasuk sekitar 30 peserta dari mancanegara.
“Mereka belajar di sini. Di museum lantai satu mereka belajar sejarah, di lantai dua mereka mengisi dirinya sehingga memiliki kemampuan, keterampilan, dan khususnya olah pikir tidak hanya kemiliteran, juga ilmu pemerintahan,” tambahnya.
Renovasi museum dan perpustakaan ini diharapkan semakin memperkuat peran Seskoad sebagai pusat pendidikan militer unggulan yang tidak hanya mencetak prajurit profesional, tetapi juga pemimpin berwawasan luas.(*01L)
Baca juga:SMKN 1 Simpang Alahan Mati Buka SPMB 2026/2027, Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Berdaya Saing





