Metro  

BPJN Sumbar Evaluasi Kelayakan Jembatan Margayasa Lembah Anai Pasca Galodo, Gunakan Teknologi UPV hingga Hammer Test

Avatar photo

Padang,Kabarins.com – Pasca bencana galodo yang menerjang kawasan Lembah Anai pada akhir November 2025 lalu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur vital di ruas Jalan Nasional Batas Kota Padang Panjang – Sicincin.

​Fokus utama pemantauan saat ini tertuju pada dua jembatan kembar, yakni Jembatan Margayasa A dan Jembatan Margayasa B. Langkah ini diambil sebagai bagian dari mitigasi risiko darurat sekaligus penyusunan rencana rehabilitasi permanen agar akses utama penghubung Padang – Bukittinggi ini tetap aman dilalui.

banner 728x90

Baca Juga :

Awali Tahun 2026, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Kinerja ASN Sumbar Harus Berdampak  

Pemeriksaan Teknis Secara Detail

​Tim ahli dari BPJN Sumatera Barat tidak hanya melakukan inspeksi visual, tetapi juga menerapkan serangkaian pengujian teknis tingkat tinggi untuk memastikan integritas struktural beton jembatan. Beberapa metode yang digunakan antara lain:

  • Rebound Hammer Test: Digunakan untuk memperkirakan nilai kuat tekan permukaan beton secara korelatif.
  • Ultrasonic Pulse Velocity (UPV): Mengukur kecepatan gelombang ultrasonik untuk menilai kondisi internal dan tingkat kerapatan beton.
  • Rebar Scanner: Alat canggih untuk mengidentifikasi posisi serta konfigurasi tulangan di dalam beton tanpa merusak struktur.
  • Chipping Beton: Melakukan verifikasi langsung di lapangan terhadap posisi tulangan guna memastikan akurasi data.

Komitmen Mitigasi dan Asta Cita

​Selain pengujian material, tim di lapangan juga menyisir setiap elemen jembatan, baik fungsi struktural maupun non-struktural. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada kerusakan tersembunyi yang dapat membahayakan pengguna jalan di masa depan.

​Langkah responsif ini sejalan dengan semangat “Setahun Bekerja, Bergerak, Berdampak” dalam mengimplementasikan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam hal penguatan infrastruktur dan ketahanan bencana bagi masyarakat luas.

​Hingga saat ini, BPJN Sumbar terus mengumpulkan data hasil survei tersebut untuk menentukan apakah jembatan memerlukan perkuatan (retrofitting) atau rehabilitasi total guna menjamin keamanan konektivitas di wilayah Sumatera Barat.

Baca Juga :

Wali Kota Padang Fadly Amran Pimpin Goro Massal di Kampung Lapai Pasca Banjir

banner 728x90