Pasaman, Kabarins.com — Rutusan warga Lubuk Aro, Padang Mentinggi Utara, merasa kecewa dengan anggota DPR RI Andre Rosiade. Pasalnya andre dijadwalkan akan datang ke kawasan itu bersama Kapolda Sumbar. Namun kunjungan andre hanya sampai ke bertemu Nek Suadah saja di kediaman anaknya.
Padahal ratusan warga sudah menantikan andre. Mereka ingin menyampaikan aspirasi terkait persoalan yang sedang berkembang. Seperti kasus Nek Saudah dan persoalan tambang.
Seperti diketahui andre saat ini vokal meminta penutupan tambang ilegal. Semantara warga lubuk aro menolak penutupan tambang, karena sudah menjadi sumber penghidupan. Mereka meminta solusi dari andre, namun andre tidak mendatangi mereka.
Terkait persoalan tambang rakyat serta dugaan tindak penganiayaan yang terjadi di wilayah mereka. Kegiatan penyampaian aspirasi ini berlangsung sejak pukul 12.00 WIB hingga selesai dan berlangsung dengan tertib serta aman. Minggu(18/1/2026)
Dalam penyampaian aspirasi tersebut, Saudari Ernawati, salah satu korban dugaan penganiayaan, menyampaikan pengalaman pahit yang pernah dialaminya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendapatkan perlakuan keji dari seseorang bernama Nek Saudah, berupa tamparan hingga terjatuh, bahkan wajahnya diinjak. Ernawati menegaskan bahwa dirinya bukan satu-satunya korban, melainkan salah satu dari beberapa warga yang pernah mengalami perlakuan serupa.
Selain itu, perwakilan Hatobangon setempat turut menyampaikan pandangan terkait keberadaan tambang yang dikelola melalui swadaya masyarakat. Dalam pernyataannya, Hatobangon menilai bahwa aktivitas tambang tersebut telah memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam mendukung perekonomian warga.
Aspirasi juga disampaikan oleh Fikri, salah seorang tokoh masyarakat Lubuak Aro. Ia menyampaikan harapan agar Andre Rosiade, yang dikenal vokal dalam menyuarakan penutupan tambang, bersedia datang langsung ke Lubuak Aro untuk berdiskusi dan mendengarkan kondisi yang sebenarnya di lapangan. Menurutnya, penting bagi semua pihak untuk tidak berpihak pada satu sumber informasi saja yang kebenarannya belum tentu menyeluruh.
Menanggapi aspirasi masyarakat, Kasatreskrim Polres Pasaman, AKP Fion Joni, menyampaikan bahwa apa yang disuarakan masyarakat sejalan dengan apa yang telah menjadi perhatian pihak kepolisian. Ia menegaskan bahwa aspirasi tersebut akan diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi. AKP Fion Joni juga mengimbau agar setelah penyampaian aspirasi ini, masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing dengan tertib serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban.
Kegiatan ini kemudian ditutup dengan pernyataan dari Wali Nagari Padang Mentinggi Utara. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmennya untuk terus berjuang demi kepentingan masyarakat Lubuak Aro serta menyampaikan aspirasi warga sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia berharap agar ke depan, kegiatan pertambangan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Wali Nagari juga mengimbau warga untuk membubarkan diri secara tertib dan menjaga situasi tetap kondusif, sejalan dengan imbauan dari pihak kepolisian. (Tim)







