Perwira Mabes AD Asal Lengayang yang Dikenal Low Profile dan Peduli Wong Cilik

Avatar photo

Painan,Kabarins.com – Di balik seragam loreng dan kedisiplinan tinggi militer, sosok Kolonel CKM TNI Ardijon menonjol sebagai figur yang hangat dan bersahaja. Perwira menengah TNI Angkatan Darat yang bertugas di Mabes TNI AD ini menjadi perbincangan karena kedekatannya dengan masyarakat, khususnya warga asal kampung halamannya di perantauan.
Pria kelahiran 28 Agustus 1967 asal Lengayang, Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat ini membuktikan bahwa pangkat dan jabatan tidak menjadi sekat untuk tetap peduli pada sesama, terutama bagi “orang kampung” di tanah rantau.
Kepemimpinan Humanis di Ikwal DKI Jakarta

Baca Juga :

banner 728x90

ATR 42-500 Indonesia Air Transport Ditemukan di Lereng Bukit Bulusaraung, Tim SAR Evakuasi Korban

Rekam jejak kepedulian Ardijon terlihat nyata saat ia mengemban amanah sebagai Ketua Umum Ikatan Warga Lengayang (Ikwal) DKI Jakarta periode 2020–2024. Di bawah komandonya, organisasi paguyuban ini bertransformasi menjadi wadah yang sangat hidup dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh anggota.
Ardijon dikenal tidak suka hanya duduk di belakang meja. Ia kerap terjun langsung ke pasar-pasar dan lapangan untuk menyapa warga Lengayang yang mengadu nasib di Jabodetabek. Tanpa memandang status sosial, ia merangkul semua kalangan, mulai dari pedagang kecil hingga sesama perantau sukses.
Sigap Membantu Warga yang Sakit
Satu hal yang paling membekas di hati warga adalah respons cepat Ardijon ketika ada anggota komunitas yang tertimpa musibah atau jatuh sakit. Meski disibukkan dengan tugas kedinasan di Mabes TNI AD, ia selalu mengupayakan hadir secara fisik maupun memberikan bantuan koordinasi.
“Beliau adalah pribadi yang benar-benar low profile. Jika ada warga yang butuh bantuan moril maupun materiel, beliau sebisa mungkin turun tangan langsung,” ujar salah satu warga perantau Lengayang.
Menjaga Jembatan Rantau dan Kampung Halaman
Tak hanya aktif di Jakarta, Kolonel Ardijon juga memastikan Ikwal tetap memiliki kontribusi bagi pembangunan di kampung halaman. Berbagai program sosial diarahkan untuk membantu warga di Lengayang, sehingga ikatan emosional antara perantau dan daerah asal tetap terjaga kuat.
Sebagai ayah dari tiga putra, Ardijon menanamkan nilai bahwa pengabdian tidak hanya terbatas pada tugas negara, tetapi juga pengabdian kepada keluarga dan kekerabatan.
Teladan Prajurit yang Humanis
Meski kini telah memasuki masa purna tugas (pensiun), dedikasi dan cara kepemimpinan Ardijon tetap menjadi inspirasi. Ia menjadi contoh nyata bahwa seorang perwira TNI dapat memberikan dampak sosial yang luas melalui pendekatan yang humanis.
Kesederhanaan putra Pesisir Selatan ini menjadi bukti bahwa integritas seorang prajurit tidak hanya diukur dari prestasi di barak, tetapi juga dari seberapa besar manfaat kehadirannya bagi masyarakat luas.(*01).

Baca Juga :

Jay Idzes Tampil Solid 90 Menit, Napoli Terpaksa Kerja Keras Tundukkan Sassuolo

banner 728x90