Himpun Donasi Rp215 Juta, Kilang Pertamina Fokus Bangun Kembali Pendidikan yang Hanyut di Sumbar

Agam, Kabarins.com – Pasca-bencana hidrometeorologi yang meluluhlantakkan sebagian wilayah Sumatera Barat, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) bergerak cepat merespons situasi darurat di lapangan. Tidak sekadar mengirimkan logistik dari jauh, jajaran manajemen KPI bersama para pekerja turun langsung ke lokasi terdampak di Kabupaten Agam untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Kehadiran fisik para petinggi perusahaan ini menjadi simbol solidaritas nyata bahwa para korban tidak berjuang sendirian di tengah masa pemulihan yang sulit.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Penunjang Bisnis KPI, Tenny Elfrida, memimpin langsung misi kemanusiaan ini. Ia menegaskan bahwa aksi ini adalah manifestasi dari program Employee Volunteering, di mana para pekerja kilang menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk membantu sesama. Fokus bantuan kali ini tidak hanya pada kebutuhan pokok harian, melainkan menyasar sektor pendidikan yang sempat lumpuh total. Banyak fasilitas sekolah hancur dan perlengkapan belajar siswa hanyut tersapu banjir bandang, meninggalkan trauma mendalam bagi anak-anak di Nagari Salareh Aia.

banner 728x90

Baca Juga: Isu RI Turun Kasta ke ‘Frontier Market’ Picu Panic Selling Rp68 Triliun, IHSG Lolos dari Lubang Jarum

Dampak bantuan ini dirasakan langsung oleh MTS Muhammadiyah Salareh Aia. Kepala Sekolah, Wildan Habib, tak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menerima paket buku pelajaran untuk para siswanya. Menurutnya, bantuan literasi ini adalah nyawa kedua bagi kegiatan belajar mengajar di sekolahnya, mengingat seluruh inventaris buku ludes terbawa air. Apresiasi serupa datang dari Ketua Kelompok Pemuda Salareh Aia, Gibra Ferdian, yang memastikan distribusi bantuan telah merata hingga ke Desa Salareh Timur, memberikan nafas lega bagi warga Palembayan yang tengah berjuang bangkit.

Di balik aksi lapangan ini, terdapat solidaritas kolektif yang kuat dari para pekerja Pertamina. Pjs Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, mengungkapkan bahwa total donasi yang terkumpul dari kocek pribadi para pekerja mencapai lebih dari Rp215 juta. Menggandeng Yayasan Baituzzakah Pertamina, dana ini didistribusikan secara maraton ke wilayah Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat. Bagi KPI, langkah ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban Environmental, Social, and Governance (ESG), melainkan upaya tulus untuk memulihkan kondisi psikis korban, terutama anak-anak, agar trauma bencana tidak menghambat masa depan mereka. (15)

Baca Juga: Gila! Emas Tembus US$5.500 Hari Ini, Spekulasi Lengsernya Powell Bikin Pasar Panik Beli

banner 728x90