Strategi Ekonomi Global Diperkuat, Presiden Prabowo Subianto Panggil Menteri ke Hambalang Bahas Negosiasi dengan AS

Avatar photo

Jakarta, Kabarins.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memanggil sejumlah menteri terkait bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/02/2026). Pertemuan yang berlangsung pada sore hari tersebut difokuskan pada penguatan strategi Indonesia dalam menghadapi dinamika serta perundingan ekonomi global yang kian kompetitif.

Langkah ini dilakukan menjelang sejumlah agenda strategis Indonesia dalam forum dan negosiasi internasional, termasuk kerja sama bilateral dengan Amerika Serikat.

banner 728x90

Baca Juga :

Presiden Prabowo Subianto Bertolak ke Washington DC, Siap Bertemu Donald Trump Bahas Kerja Sama Strategis RI–AS

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan tegas terkait prinsip yang harus dipegang pemerintah dalam setiap perundingan ekonomi internasional.

Menurut Seskab, Kepala Negara menekankan bahwa setiap posisi Indonesia dalam negosiasi harus benar-benar menguntungkan kepentingan nasional.

“Memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapapun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia,” tulis Teddy.

Penegasan tersebut menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia tidak boleh lepas dari orientasi strategis jangka panjang, termasuk menjaga kedaulatan ekonomi di tengah tekanan dan dinamika global.

Fokus pada Produktivitas Industri dan Rantai Pasok Global

Baca Juga :

Masuk Tahap Verifikasi, Pemprov Sumbar Targetkan Bangun 10 Nagari Creative Hub

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa perundingan ekonomi tidak boleh sekadar bersifat transaksional jangka pendek. Setiap kesepakatan harus berdampak langsung terhadap penguatan struktur ekonomi nasional.

Peningkatan produktivitas industri dalam negeri serta penguatan posisi Indonesia dalam global supply chain atau rantai pasok industri dunia menjadi prioritas utama pemerintah.

“Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri,” ungkap Seskab.

Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi dan industri bernilai tambah, bukan sekadar pasar bagi produk luar negeri.

Kebijakan Harus Beri Dampak Konkret

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah harus berorientasi pada hasil nyata dan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta dunia usaha nasional.

“Presiden Prabowo menginginkan setiap kebijakan yang diambil harus sesegera dan sebanyak mungkin memberi keuntungan konkret untuk Indonesia,” pungkas Teddy.

Pertemuan di Hambalang tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo tengah mempersiapkan strategi matang dalam menghadapi perundingan ekonomi global, termasuk dengan Amerika Serikat.

Dengan pendekatan diplomasi yang berdaulat, strategis, dan berorientasi pada kepentingan nasional, Indonesia menegaskan posisinya sebagai pemain penting dalam peta ekonomi dunia yang terus berubah. (*01)

banner 728x90