DPMDN Sumbar Matangkan Program Nagari Creative Hub, Targetkan 10 Nagari Percontohan 2026

Padang, Kabarins.com — Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Sumatera Barat (DPMDN Sumbar) terus mematangkan pelaksanaan Program Nagari Creative Hub (NCH) melalui survei langsung potensi desa dan nagari di seluruh wilayah Sumatera Barat. Program ini telah berjalan sejak 2025 dan diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi nagari berbasis digital.

Kepala DPMDN Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, mengatakan survei lapangan telah dilaksanakan pada awal Februari 2026. Hasil survei tersebut kemudian dipaparkan dan dibahas bersama Satuan Tugas (Satgas) NCH serta kalangan akademisi dalam rapat yang digelar di Padang, Rabu (25/2/2026).

banner 728x90

“Survei ini menghasilkan data lapangan yang komprehensif. Hari ini kita bahas bersama Satgas NCH dan akademisi untuk menilai kesiapan nagari dan desa yang berpotensi menjadi bagian dari Program NCH,” ujar Yozarwardi.

Ia menjelaskan, NCH merupakan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi-Vasko Ruseimy, yang bertujuan memperkuat perekonomian nagari melalui pemanfaatan potensi lokal berbasis digital.

Program ini telah mulai dijalankan pada 2025 dengan peluncuran tiga Nagari Creative Hub. Pada 2026, DPMDN Sumbar menargetkan sedikitnya 10 desa dan nagari terhubung dengan program tersebut sebagai nagari percontohan.

“NCH dirancang sebagai ruang kolaborasi masyarakat dan pelaku UMKM untuk berinovasi secara digital, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat nagari,” jelasnya.

BACA JUGA: KONI Pasaman Matangkan Persiapan Porprov XVI Sumbar 2026, Fokus Pendataan dan Seleksi Atlet Potensial

Menurut Yozarwardi, dari total 1.035 desa dan nagari di Sumatera Barat, diperlukan model atau pilot project agar implementasi NCH dapat berjalan optimal dan mudah direplikasi. Oleh karena itu, dilakukan survei dan evaluasi menyeluruh sebelum penetapan lokasi percontohan.

Sebanyak 27 desa dan nagari dari 14 kabupaten/kota telah disurvei. Penilaian dilakukan berdasarkan lima elemen utama pendukung NCH, yakni ketersediaan internet, medan nan balinduang, medan nan bapaneh, keberadaan teras nagari sebagai pusat pengumpulan data, serta lapau nagari yang difungsikan sebagai showcase penjualan produk NCH.

Adapun sektor yang menjadi fokus pengembangan dalam Program NCH meliputi usaha kuliner, UMKM, seni dan budaya, kriya, pertanian dan perkebunan, peternakan, serta potensi unggulan lainnya di masing-masing nagari.

“Hasil paparan hari ini akan kami dalami kembali melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk menetapkan 10 desa dan nagari yang benar-benar siap menjadi model NCH 2026,” tambah Yozarwardi.

Sementara itu, anggota Tim Satgas NCH, Hidayat, menyampaikan bahwa Program NCH memiliki dua tujuan utama, yakni mempromosikan potensi nagari secara digital serta mendorong terjadinya transaksi digital atas produk unggulan nagari.

“Kami fokus pada dua hal tersebut agar daya ungkit perekonomian benar-benar terasa di tingkat nagari dan desa,” tegasnya.

Rapat paparan hasil survei calon lokasi Program NCH tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DPMDN Sumbar dan dilaksanakan di Kantor DPMDN Sumatera Barat, Padang.(*02)

BACA JUGA:Safari Ramadhan Perdana, Bupati Welly Suhery Salurkan Bantuan dan Tampung Aspirasi Warga

banner 728x90