Bupati Welly: Tak Berinovasi Kepala OPD Dievaluasi, Target Ditetapkan Akhir Mei

Pasaman, Kabarins.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman menggelar apel gabungan yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (6/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pemkab Pasaman tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery.

Dalam arahannya, Bupati Welly Suhery menegaskan pentingnya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mampu menghadirkan terobosan nyata guna meningkatkan kualitas pelayanan publik serta efisiensi birokrasi.

“Setiap satu OPD harus ada satu inovasi. Paling lambat 30 Mei nanti, inovasi tersebut akan saya tagih. Ini harus jadi perhatian kepala OPD ,” tegas Bupati Welly Suhery di hadapan para ASN.

Menurutnya, inovasi tidak harus selalu bersifat besar atau kompleks, melainkan dapat dimulai dari hal sederhana yang berdampak langsung pada pelayanan masyarakat. Ia mencontohkan, proses administrasi yang sebelumnya membutuhkan waktu satu hari dapat dipangkas menjadi hanya beberapa jam melalui pembenahan sistem kerja.

“Misalnya, jika suatu pelayanan biasanya memakan waktu sehari, kenapa tidak kita buat menjadi empat jam saja. Atau kalau sebuah urusan harus melewati dua meja, bisa tidak kita jadikan satu meja saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa semangat kerja yang tinggi dan komitmen bersama menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah. Ia mengajak seluruh jajaran ASN untuk memiliki satu visi dan langkah yang sama dalam membangun Kabupaten Pasaman ke arah yang lebih baik.

Baca Juga:Bupati Pasaman Monev Pelaksanaan TKA di SMPN 2 Bonjol, Tekankan Inovasi LKS Berbasis Kearifan Lokal

“Kita harus punya semangat kerja yang tinggi, memberikan kinerja terbaik, dan hasil yang optimal agar pemerintahan berjalan dengan baik. Ayo bersama-sama satu langkah, satu pikiran dalam membangun Pasaman,” kata Bupati Welly.

Bupati juga mengingatkan bahwa kemampuan OPD dalam melahirkan inovasi akan menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja. Ia menegaskan bahwa tidak adanya inovasi akan berdampak langsung terhadap evaluasi kinerja masing-masing OPD dalam hal ini kepala OPD-nya.

“Jika tidak bisa melahirkan inovasi, maka ini akan berpengaruh terhadap penilaian kinerja OPD itu sendiri (kepala OPD, red). Untuk itu nantinya jangan menyalahkan pihak lain jika penilaian kinerja tidak bagus,” tegas Bupati yang akrab disapa Da Pode ini.

Ia berharap, arahan tersebut dapat menjadi perhatian serius bagi seluruh perangkat daerah, sehingga tercipta budaya kerja yang adaptif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Mudah-mudahan ini dapat menjadi atensi kita bersama,” pungkasn

Bupati yang terkenal dengan kesederhanaanya.

Di sisi lain, dalam kesempatan tersebut, Bupati Welly Suhery juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Halalbihalal Akbar Kabupaten Pasaman tahun 2026. Ia menilai kegiatan tersebut berjalan lancar dan mampu mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. (*02)

Baca Juga:Direktur Perumda Tirta Saiyo Pasaman Tinjau IPA Koto Tangah, Pastikan Pasokan Air Tetap Lancar di Tengah Cuaca Tak Menentu