Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan Hadirkan Harapan Baru bagi Nelayan Pesisir

Jakarta,Kabarins.com – Kehidupan masyarakat pesisir di Leato Selatan perlahan mulai berubah. Di kawasan yang selama bertahun-tahun identik dengan keterbatasan fasilitas perikanan, kini berdiri Kampung Nelayan Merah Putih—sebuah kawasan terpadu yang menghadirkan harapan baru bagi para nelayan.

Baca juga:Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik 5,61 Persen, Verry Mulyadi Optimis Negara Akan Bangkit

Bukan sekadar pembangunan fisik, kawasan ini menjadi simbol hadirnya perhatian negara terhadap kehidupan masyarakat pesisir. Berbagai fasilitas penunjang aktivitas melaut kini tersedia lebih dekat dan mudah dijangkau, mulai dari pabrik es, gudang penyimpanan ikan, bengkel nelayan, hingga shelter pendaratan hasil tangkapan.

Perhatian pemerintah terhadap sektor kelautan semakin terlihat saat Presiden Prabowo Subianto turun langsung meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan pada Sabtu (9/5/2026).

Kehadiran Presiden disambut hangat warga dan para nelayan yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil laut. Bagi mereka, fasilitas yang kini tersedia telah membawa perubahan nyata dalam aktivitas sehari-hari.

Suhardi Darisse, salah satu nelayan senior di Leato Selatan, mengaku merasakan langsung manfaat dari keberadaan kampung nelayan tersebut. Menurutnya, kebutuhan utama nelayan seperti es balok kini jauh lebih mudah diperoleh dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca juga:LPTQ Sumbar Gelar Rapat Pematangan Program Kerja dan Kebutuhan Anggaran 2026–2027

“Kami sangat terbantu, terutama kebutuhan es. Dulu harus ambil jauh dengan biaya transportasi tambahan. Sekarang sudah tersedia di sini dan harganya jauh lebih murah,” ujar Suhardi.

Ia menjelaskan, bagi nelayan jaring, es balok merupakan kebutuhan vital untuk menjaga kualitas hasil tangkapan selama melaut. Dalam satu malam, terutama saat musim ikan sedang baik, satu kelompok nelayan bahkan bisa membutuhkan puluhan balok es.

“Kalau musim ikan bagus, satu kapal bisa memakai sampai 50 balok es dalam semalam,” katanya.

Menurut Suhardi, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih memberi optimisme baru bagi masyarakat pesisir, tidak hanya di Leato Selatan tetapi juga wilayah sekitarnya.

“Saya yakin kampung nelayan ini bisa membawa perubahan besar untuk kesejahteraan masyarakat nelayan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Abdul Rahman Lamusu, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih sekaligus pengelola kawasan Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan dilakukan langsung oleh koperasi masyarakat sebagai bagian dari program pemberdayaan nelayan.

“Program ini memang dirancang agar masyarakat pesisir bisa mandiri dan mengelola fasilitasnya sendiri,” ujarnya.

Saat ini, kawasan tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti kantor pengelola, kios perbekalan, balai pertemuan, gudang beku ikan, docking perahu, hingga tempat perbaikan jaring nelayan.

Menurut Abdul Rahman, fasilitas yang paling banyak dimanfaatkan saat ini adalah pabrik es yanroperasi selama dua bulan terakhir.

“Alhamdulillah nelayan sudah mulai merasakan manfaatnya, terutama untuk kebutuhan melaut,” katanya.

Sebelum fasilitas tersebut hadir, para nelayan harus menempuh perjalanan hingga 10 kilometer hanya untuk membeli es balok maupun bahan bakar.

Kini, di tengah semilir angin pesisir Leato Selatan, Kampung Nelayan Merah Putih tumbuh menjadi simbol harapan baru—bahwa kesejahteraan nelayan dapat dibangun melalui akses yang mudah, fasilitas yang memadai, dan pengelolaan yang melibatkan masyarakat secara langsung.(*01L)

Baca juga:PN Lubuk Sikaping Tunda Pembacaan Tuntutan, Restitusi LPSK Jadi Sorotan dalam Sidang Penganiayaan