Pegadaian Perkuat Posisi sebagai Bank Emas Indonesia, Dukung Hilirisasi dan Ekosistem Bullion Nasional

Pemimpin Wilayah Kanwil II Pekanbaru PT Pegadaian Agus Riyadi menyampaikan perkembangan layanan Bank Emas Pegadaian yang terus tumbuh positif dan memperkuat ekosistem investasi emas nasional.

Jakarta, Kabarins.com — PT Pegadaian terus memperkuat posisinya sebagai wajah utama layanan Bank Emas di Indonesia seiring dukungan terhadap program Asta Cita pemerintah dalam memperkuat ekosistem bullion nasional. Transformasi yang dilakukan perusahaan dinilai berhasil mendorong perubahan perilaku investasi masyarakat menuju instrumen emas yang lebih modern, aman, dan inklusif.

Selama lebih dari satu abad, Pegadaian telah membangun fondasi bisnis emas melalui berbagai layanan investasi dan pembiayaan berbasis emas. Kini, perusahaan hadir sebagai pusat ekosistem transaksi emas terintegrasi, mulai dari Tabungan Emas, Cicil Emas, Gadai Emas, Deposito Emas, hingga perdagangan emas fisik melalui Galeri 24.

Pemimpin Wilayah Kanwil II Pekanbaru PT Pegadaian, Agus Riyadi, mengatakan tren investasi emas masyarakat terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Hingga April 2026, Pegadaian berhasil mengelola ekosistem emas mencapai sekitar 145 ton.

“Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan dan produk emas Pegadaian. Tabungan Emas juga terus tumbuh dengan kelolaan lebih dari 20 ton atau setara valuasi di atas Rp51 triliun,” ujar Agus Riyadi.

Ia menambahkan, produk Cicil Emas juga mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan kenaikan outstanding loan sebesar 152,79 persen secara year on year menjadi Rp13,85 triliun.

Menurut Agus, capaian tersebut mempertegas posisi Pegadaian sebagai perusahaan jasa keuangan yang mampu menghadirkan solusi investasi emas yang aman, mudah dijangkau, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Baca Juga:Bundo Kanduang Resmi Di Kukuhkan, Bupati Welly: Serukan Perempuan Adat Jadi Garda Penjaga Moral Generasi

Sebagai bagian dari penguatan layanan Bank Emas, Pegadaian menghadirkan empat layanan unggulan yang menyasar segmen ritel maupun korporasi, yakni Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas.

Melalui layanan Deposito Emas, nasabah dapat menyimpan emas fisik maupun saldo emas dengan pilihan tenor tertentu dan memperoleh imbal hasil dalam bentuk gramasi emas. Sementara Pinjaman Modal Kerja Emas ditujukan untuk mendukung pelaku industri emas seperti pengrajin dan pedagang perhiasan agar terlindungi dari risiko fluktuasi harga emas dunia.

Selain itu, Pegadaian juga menyediakan layanan penitipan emas korporasi dengan standar keamanan internasional serta perdagangan emas fisik bersertifikat resmi dengan tingkat kemurnian 24 karat.

Dominasi Pegadaian di sektor emas turut diperkuat oleh jaringan lebih dari 4.000 outlet di seluruh Indonesia, fasilitas vault berstandar internasional, hingga sistem pencatatan emas fisik dan digital dengan underlying asset 1:1.

Transformasi digital juga terus diperkuat melalui aplikasi super apps “Tring!” yang menjadi penghubung layanan digital dan transaksi emas fisik dalam satu platform.

Pegadaian menilai penguatan layanan Bank Emas tersebut selaras dengan agenda hilirisasi nasional dan visi pemerintah dalam membangun ekosistem bullion yang kuat, inklusif, dan berdaya saing.(*02)

Baca Juga:Dari Pasaman ke Panggung Sumbar, Kepala SPI Termuda Perumda Tirta Saiyo, Buktikan Anak Muda Mampu Memimpin