Pasaman, Kabarins.com — Perjalanan sebuah sekolah bukan sekadar tentang bangunan dan ruang kelas, tetapi tentang mimpi, perjuangan, serta harapan yang tumbuh bersama waktu. Semangat itulah yang kini menjadi wajah baru SMKN 1 Simpati setelah berhasil menorehkan transformasi besar dari sekolah dengan keterbatasan menjadi lembaga pendidikan berakreditasi A yang semakin diperhitungkan di Kabupaten Pasaman.
Kepala SMKN 1 Simpati, Wirda Yetti, S.Pd., M.Pd.T., menjelaskan bahwa perjalanan sekolah dimulai pada Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan membuka Kompetensi Keahlian Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP). Saat itu, sekolah hanya memiliki 30 siswa angkatan pertama dengan fasilitas yang masih sangat sederhana.
“Meski dengan segala keterbatasan, sekolah tetap berdiri untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan kejuruan yang berkualitas,” ujar Wirda Yetti.
Ia mengatakan, perjalanan panjang tersebut tidak selalu mudah. Berbagai tantangan, keterbatasan sarana, hingga dinamika perkembangan dunia pendidikan menjadi bagian dari proses yang dijalani dengan penuh kesabaran dan dedikasi.
Tongkat estafet kepemimpinan sekolah terus berlanjut dari masa ke masa. Sejumlah kepala sekolah telah memberikan pengabdian terbaik demi kemajuan SMKN 1 Simpati, yakni Thaib Salim, S.Pd. (Alm.) sebagai Plt tahun 2012, Drs. Ali Umar (Alm.) periode 2013–2014, Yuhenri, S.Pd. periode 2014–2016 (Plt), Zulfildairi, S.Pd., MM. tahun 2016, Ultri Handayani, S.Pd., MM. tahun 2017 (Plt), Fahrurrozi, S.Pd., MM. periode 2018–2021, Dra. Gusti Mawarti periode 2021–2024, hingga kini dipimpin Wirda Yetti, S.Pd., M.Pd.T. sejak Maret 2024.
Menurut pihak sekolah, capaian yang diraih saat ini tidak terlepas dari jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi perjuangan sejak awal berdiri. Semangat pengabdian para kepala sekolah terdahulu, termasuk dua tokoh yang telah wafat, tetap menjadi inspirasi dalam membangun kualitas pendidikan yang lebih baik.
Dalam perkembangannya, SMKN 1 Simpati terus beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja dan pendidikan modern melalui sejumlah kompetensi keahlian, di antaranya Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Teknik Sepeda Motor (TSM).
Baca Juga:Dua Terduga Pengedar Shabu Diciduk di Rao Selatan, Polisi Sita Puluhan Paket Siap Edar
Kerja keras seluruh unsur sekolah akhirnya membuahkan hasil membanggakan. Dari sebelumnya berstatus Akreditasi C, kini SMKN 1 Simpati berhasil meraih Akreditasi A sebagai bentuk pengakuan nasional atas peningkatan mutu pendidikan, tata kelola sekolah, serta kualitas pembelajaran.
Sejalan dengan capaian tersebut, sekolah juga tengah melakukan pembenahan besar-besaran terhadap sarana dan prasarana. Rehabilitasi total sejumlah ruang kelas, laboratorium praktik, dan fasilitas pendukung lainnya dilakukan guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan modern.
Transformasi tersebut turut dibarengi peningkatan prestasi lulusan. Tahun ini, sebanyak enam alumni berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) ke sejumlah Perguruan Tinggi Negeri tanpa tes. Selain itu, sejumlah alumni lainnya juga sukses diterima menjadi anggota TNI dan Polri melalui jalur seleksi nasional.
Tak hanya melanjutkan pendidikan, lulusan SMKN 1 Simpati juga dinilai siap memasuki dunia kerja dan industri berkat keterampilan terapan yang diperoleh selama masa pendidikan.
Kepala sekolah menegaskan bahwa pembenahan fasilitas bukan sekadar memperindah bangunan, tetapi merupakan bentuk komitmen menghadirkan pendidikan terbaik bagi generasi muda di Pasaman.
Dengan semangat baru, fasilitas yang terus berkembang, pilihan jurusan yang variatif, serta prestasi yang semakin meningkat, SMKN 1 Simpati optimistis mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di masa depan.
“Di tempat yang mungkin pernah dianggap biasa, kami percaya akan lahir anak-anak luar biasa,” ujar Wirda Yetti. (*02)





