Prabowo Evaluasi Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Proyek Baterai EV Siap Diresmikan Juli

Jakarta,Kabarins.com — Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (22/06/2026).

Baca juga:PARIPURNA DPRD PASAMAN MOLOR BERJAM-JAM, Kuorum Tak Tercapai, Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Tertunda

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima laporan terkait perkembangan program hilirisasi industri nasional, termasuk progres pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik yang menjadi salah satu proyek strategis pemerintah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa proyek ekosistem baterai kendaraan listrik hasil kerja sama antara CATL dan Antam telah rampung dan dijadwalkan akan diresmikan pada akhir Juli 2026.

“Kami melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa program hilirisasi untuk ekosistem baterai mobil yang merupakan kerja sama antara CATL dan Antam sudah selesai dan insyaallah akan diresmikan pada akhir Juli,” ujar Bahlil.

Selain hilirisasi, rapat juga membahas kondisi ketahanan energi nasional. Bahlil memastikan bahwa ketersediaan energi nasional saat ini berada dalam kondisi aman dengan cadangan di atas standar minimum.

“Ketahanan energi kita rata-rata berada di atas 20 hari dari batas minimum,” katanya.

Presiden Prabowo juga menyoroti keberlangsungan layanan listrik nasional. Pemerintah bersama PT PLN (Persero) telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah faktor yang memengaruhi stabilitas pasokan listrik, termasuk ketersediaan dan kualitas batu bara.

Bahlil menjelaskan bahwa konsumsi batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun, sementara pasokan yang ditugaskan oleh pemerintah berkisar antara 180 hingga 190 juta ton. Namun, tantangan yang dihadapi bukan hanya pada volume, melainkan kualitas batu bara, khususnya kebutuhan kalori menengah untuk proses pencampuran (blending).

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan membentuk tim khusus pengadaan batu bara yang melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN, Direktorat Jenderal Batubara, BPKP, serta Inspektorat Jenderal.

“Kami memastikan persoalan ini tidak terulang. Pemerintah juga meminta PLN untuk segera melakukan maintenance agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” jelas Bahlil.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menginstruksikan kementerian terkait untuk segera mengambil langkah-langkah terukur guna mempercepat penanganan berbagai kendala di sektor energi, khususnya dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional.

“Arahan Bapak Presiden adalah memastikan langkah-langkah percepatan dilakukan secara terukur agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tambahnya.

Baca juga:Prabowo Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN Bersama Rosan Roeslani

Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat hilirisasi industri, memperkuat ketahanan energi nasional, serta memastikan layanan listrik yang andal bagi masyarakat sebagai fondasi utama menuju pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi Indonesia yang berkelanjutan.(*01L)