Pasaman, Kabarins.com – Proses evakuasi seekor beruang madu (Helarctos malayanus) betina yang ditemukan terjerat di kawasan Kuamang, Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, berlangsung dramatis pada Jumat (19/6/2026).
Satwa dilindungi yang diperkirakan telah dewasa tersebut ditemukan dalam kondisi terjerat dan mengalami luka pada bagian telapak kaki. Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Pasaman segera melakukan tindakan penyelamatan dengan metode pembiusan menggunakan senapan sumpit.
Saat proses pembiusan berlangsung, beruang madu itu sempat memberikan perlawanan dengan meronta-ronta dan mengeluarkan suara keras. Setelah obat bius bekerja, satwa tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi tidak sadarkan diri untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Petugas menemukan luka pada telapak kaki beruang akibat jeratan. Selain itu, di sela-sela jarinya juga ditemukan telur lalat yang berpotensi menimbulkan infeksi serius apabila tidak segera ditangani.
Untuk mencegah kondisi yang lebih buruk, tim BKSDA langsung memberikan pengobatan guna mematikan telur lalat serta membersihkan bagian luka yang ditemukan pada tubuh satwa tersebut.
Petugas BKSDA Resor Pasaman, Edi Susilo, menjelaskan bahwa penanganan cepat dilakukan untuk memastikan kondisi beruang tetap stabil dan terhindar dari infeksi yang dapat membahayakan keselamatannya.
Usai proses evakuasi, petugas kembali menerima laporan dari masyarakat mengenai kemunculan satu ekor beruang madu lainnya di sekitar lokasi yang sama.
Menyikapi laporan tersebut, BKSDA mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan perkebunan. Warga juga diminta menghindari aktivitas di ladang hingga malam hari guna mengantisipasi kemungkinan pertemuan dengan satwa liar.
BKSDA menegaskan bahwa masyarakat tidak diperkenankan melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa maupun keselamatan diri sendiri, dan diminta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali menemukan keberadaan beruang madu di wilayah tersebut. (*02)
Baca Juga:Bupati Welly Perjuangkan Keberlangsungan YAPPAT, Anak Disabilitas Harus Dapat Pendidikan Layak





