Kampung Zakat Ampalu Diluncurkan, Zakat Produktif Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Sumbar

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat peluncuran Program Zakat Community Development (ZCD) Kampung Zakat di Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (9/7).

Limapuluh Kota, Kabarins.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong zakat tidak lagi hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Komitmen itu ditandai dengan peluncuran Program Zakat Community Development (ZCD) Kampung Zakat di Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (9/7).

Program hasil kolaborasi Baznas RI, Baznas Kabupaten Lima Puluh Kota, Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga zakat tersebut diarahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha tenun sebagai sektor unggulan nagari.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan zakat harus mampu menjadi penggerak ekonomi produktif yang melahirkan usaha-usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mempercepat kebangkitan ekonomi daerah, terutama di tengah proses pemulihan pascabencana.

“Hari ini kita tidak hanya meluncurkan Kampung Zakat, tetapi juga membangun harapan baru bagi masyarakat. Zakat harus mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang melahirkan usaha-usaha produktif, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mempercepat kebangkitan ekonomi daerah, terutama di tengah proses pemulihan pascabencana,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, pengembangan tenun sebagai fokus pemberdayaan merupakan langkah strategis karena memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi identitas budaya Minangkabau. Dengan pendampingan berkelanjutan, Mahyeldi optimistis produk tenun Nagari Ampalu mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

“Kualitas produk harus terus dijaga, inovasi harus dikembangkan, dan pemasarannya harus diperkuat. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan siap membuka akses pasar agar produk tenun Ampalu semakin dikenal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Mahyeldi juga mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran menunaikan zakat. Menurutnya, potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf di Sumatera Barat sangat besar apabila dikelola secara profesional untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan umat.

Baca Juga:Respons Cepat Damkar Pasaman Padamkan Kebakaran Rumah di Sundata Utara, Aset Rp150 Juta Berhasil Diselamatkan

“Harapan kita, penerima manfaat program ini tidak selamanya menjadi mustahik. Dengan usaha yang berkembang, mereka dapat naik kelas menjadi muzakki sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Baznas RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Dr. H. Mokhamad Mahdum, mengungkapkan Program Kampung Zakat Nagari Ampalu didukung anggaran hampir Rp1,9 miliar yang dialokasikan untuk pengembangan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, serta pemberdayaan kelompok penenun melalui Program ZCD.

Menurut Mahdum, dukungan terhadap kelompok penenun tidak hanya berupa bantuan peralatan yang lebih modern, tetapi juga pelatihan, pembangunan fasilitas produksi, hingga penerapan sistem pembayaran upah sejak awal proses produksi.

“Khusus untuk kelompok tenun, kami menghadirkan peralatan yang lebih modern, pelatihan, pembangunan fasilitas produksi, hingga sistem pembayaran upah sejak awal proses produksi. Harapannya, produktivitas meningkat, pendapatan pengrajin bertambah, dan produk tenun Ampalu mampu menembus pasar internasional melalui jaringan yang dimiliki Baznas RI,” jelasnya.

Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan Kampung Zakat melalui penguatan produk unggulan daerah dan pemberdayaan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh menyerahkan bantuan pemasangan listrik gratis kepada tujuh rumah tangga kurang mampu di kawasan Kampung Zakat sebagai bagian dari dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Peluncuran Program Kampung Zakat turut dihadiri Wakil Ketua Baznas RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, Bupati Limapuluh Kota H. Safni, Ketua GOW Kabupaten Lima Puluh Kota Ny. Melinda Ahlul Badrito Resi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat H. Mustafa, MA, jajaran kepala OPD Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Limapuluh Kota, Ketua Baznas Sumbar Nurman Agus, Ketua Baznas Kabupaten Limapiluh Kota H. Yulius, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Limapuluh Kota H. Eri Iswandi, Manager PLN UP3 Payakumbuh Yessi Indra, jajaran Baznas kabupaten/kota se-Sumatera Barat, serta Wali Nagari Ampalu Andrizal.(*02)

Baca Juga:Kejari Pasaman Hentikan Penuntutan Dua Pengguna Ganja Lewat Restorative Justice, Jalani Rehabilitasi 3 Bulan