Khairuddin Simajuntak Bawa Karate Sumbar Himpun 357 Atlet di Porprov XVI

Padang, kabarins.com – Khairuddin Simajuntak membawa karate Sumatera Barat mencatat capaian menonjol pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 dengan menghimpun 357 atlet dari 18 kabupaten dan kota.

Jumlah tersebut menjadikan karate sebagai cabang olahraga (cabor) perorangan dengan peserta terbanyak pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026.

Di bawah kepemimpinan Khairuddin Simajuntak, Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumbar menjadikan tingginya partisipasi atlet sebagai pijakan untuk memperkuat pembinaan dan regenerasi karate di Ranah Minang.

Sebanyak 357 karateka yang ambil bagian terdiri dari 198 atlet putra dan 159 atlet putri yang akan bertanding pada 29 nomor pertandingan.

Menurut Khairuddin, besarnya jumlah peserta menunjukkan bahwa pembinaan karate di Sumatera Barat memiliki basis yang cukup luas dan terus berkembang di berbagai daerah.

“Alhamdulillah, karate menjadi cabor perorangan dengan peserta terbanyak pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026, dengan 357 atlet dari 18 kabupaten dan kota yang bertanding pada 29 nomor,” ujar Khairuddin Simajuntak, Minggu (4/10/2026).

Anggota DPRD Sumbar tersebut menilai capaian itu tidak sekadar menunjukkan ramainya peserta dalam sebuah kompetisi, tetapi juga menjadi gambaran perkembangan pembinaan karate di tingkat kabupaten dan kota.

Khairuddin ingin Porprov menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana proses pembinaan yang dilakukan masing-masing daerah sekaligus menemukan atlet yang memiliki potensi untuk dikembangkan ke level lebih tinggi.

“Bagi kami, yang terpenting bukan hanya jumlah atlet yang bertanding, tetapi bagaimana dari kompetisi ini muncul atlet potensial yang nantinya mampu mengharumkan nama Sumatera Barat,” katanya.

Keterlibatan 18 kabupaten dan kota juga memberikan ruang bagi FORKI Sumbar untuk memetakan kekuatan karate di seluruh daerah.

Pemetaan tersebut dinilai penting untuk menentukan potensi atlet, mengevaluasi kualitas pembinaan, serta melihat daerah yang masih membutuhkan penguatan dalam program latihan dan kompetisi.

Khairuddin menegaskan bahwa membangun prestasi karate membutuhkan proses panjang karena kualitas atlet tidak dapat terbentuk hanya melalui satu kejuaraan.

“Pembinaan harus berkesinambungan, atlet dipersiapkan sejak dini, diberi kesempatan bertanding, dievaluasi, kemudian dibina kembali sesuai potensi masing-masing,” ungkapnya.

Ia juga menilai peran pengurus, pelatih, perguruan karate dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Menurut Khairuddin, kompetisi Porprov menjadi ruang penting bagi atlet untuk menguji kemampuan teknik sekaligus membangun mental dan kedisiplinan saat menghadapi tekanan pertandingan.

Komposisi 198 atlet putra dan 159 atlet putri menunjukkan partisipasi yang cukup besar dari kedua kelompok sekaligus membuka peluang bagi FORKI Sumbar memperluas pembinaan secara lebih merata.

Khairuddin berharap atlet yang tampil menonjol di Porprov XVI tidak berhenti setelah kompetisi tingkat provinsi selesai, tetapi mendapat pembinaan lanjutan untuk menghadapi kejuaraan nasional hingga internasional.

“Harapan kami, Porprov ini melahirkan lebih banyak karateka berprestasi, bukan hanya menjadi juara tingkat provinsi, tetapi mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Meski karate menjadi cabor perorangan dengan peserta terbanyak, Khairuddin menyadari tantangan FORKI Sumbar berikutnya adalah mengubah besarnya jumlah peserta menjadi kekuatan prestasi.

Sebanyak 357 atlet pada 29 nomor pertandingan menjadi potensi besar yang harus diikuti dengan pemetaan bakat, peningkatan kualitas latihan, penguatan kompetensi pelatih dan kesinambungan kompetisi.

Bagi Khairuddin, keberhasilan menghimpun peserta dalam jumlah besar merupakan modal awal untuk memperkuat masa depan karate Sumatera Barat, bukan tujuan akhir pembinaan.

“Ini bukan akhir dari pekerjaan kita, justru menjadi motivasi untuk berbuat lebih baik agar karate Sumatera Barat terus berkembang, memiliki regenerasi atlet yang kuat dan mampu melahirkan prestasi yang membanggakan,” pungkasnya. (*)