Tekanan Industri Pers, Padek Ajak Wartawan Perkuat Kolaborasi dan Kualitas Berita

BERBAGI PENGALAMAN : Direktur Padang Ekspres Mhd. Nazir Fahmi bersama jajaran redaksi berdiskusi dengan sekitar 80 wartawan Pasaman dan Diskominfotik Pasaman saat kunjungan studi tiru ke Redaksi Padang Ekspres, Rabu (28/10). Pertemuan membahas strategi menghadapi tekanan industri pers, pengembangan produk jurnalistik, serta penguatan kolaborasi dan platform digital.

Padang, Kabarins.com — Di tengah tekanan efisiensi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, perusahaan pers dituntut terus beradaptasi tanpa meninggalkan kualitas jurnalistik. Kolaborasi, penguatan produk berita, serta pemanfaatan platform digital menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan media dan mempertahankan pers sebagai pilar demokrasi.

Hal itu mengemuka dalam kunjungan studi tiru sekitar 80 wartawan Kabupaten Pasaman bersama Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Pasaman ke Redaksi Padang Ekspres, Rabu (28/10/2026)

Rombongan disambut Direktur Padang Ekspres Mhd. Nazir Fahmi, Pemimpin Redaksi Padang Ekspres Tandri Eka Putra, Kepala Departemen Perwajahan yang juga Redaktur Halaman Olahraga Jufri Jao, serta Wakil Manajer Bidang Iklan Wilian Abib.

Kunjungan tersebut diisi dengan diskusi yang langsung dipandu Pemred Padang Ekspres Tandri Eka Putra mengenai pengelolaan media, perkenalan masing-masing media, serta pertukaran pengalaman dalam menghadapi tantangan industri pers. Diskusi dibuka Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publikasi Diskominfotik Pasaman, Rusydan.

Dalam pemaparannya, Direktur Padang Ekspres Mhd. Nazir Fahmi menjelaskan, Padang Ekspres merupakan bagian dari Jawa Pos Group yang memiliki jaringan puluhan media cetak dan daring di Indonesia. Keberadaan jaringan media tersebut menjadi salah satu bagian dari perkembangan industri pers yang terus mengikuti perubahan zaman.

Menurut Nazir, media cetak masih memiliki ruang untuk bertahan, salah satunya melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pengembangan konten yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Padang Ekspres, katanya, terus mengembangkan berbagai rubrik dan halaman khusus untuk menjangkau pembaca dari beragam kalangan, termasuk generasi muda. Salah satunya melalui Halaman Guru yang diarahkan untuk mendekatkan koran dengan lingkungan pendidikan sekaligus menumbuhkan minat baca di kalangan pelajar.

“Yang terbaru, kita meluncurkan Laman Guru Agam,” ujarnya.

Selain menyediakan konten pendidikan, Padang Ekspres juga membuka peluang bagi sekolah untuk berlangganan koran dalam format elektronik atau e-paper. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembaca terhadap produk jurnalistik di tengah perkembangan teknologi digital.

Di sisi lain, Padang Ekspres terus memperkuat kehadirannya melalui platform daring, yakni padekjawapos.com dan padangekspres.go.id, serta berbagai kanal media sosial, seperti Facebook, TikTok, X (Twitter), dan Instagram.

Menurut Nazir, perkembangan teknologi menuntut perusahaan pers untuk terus menyesuaikan diri. Namun, perubahan platform tidak boleh membuat media mengabaikan kualitas karya jurnalistik.

Ia mengakui, tekanan efisiensi turut memengaruhi keberlangsungan perusahaan pers. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh menyurutkan semangat untuk menghasilkan berita yang berkualitas dan menjalankan fungsi pers di tengah masyarakat.

“Padang Ekspres tetap berkomitmen mengikuti kemajuan zaman. Namun, kualitas karya jurnalistik harus tetap dijaga,” katanya.

Nazir menegaskan, pers memiliki peran penting sebagai salah satu pilar demokrasi. Karena itu, keberlangsungan media dan ruang bagi jurnalisme berkualitas perlu terus dijaga bersama.

“Mari bersama-sama mempertahankan ruang Adinegoro di Sumbar. Artinya, jangan biarkan pers mati,” tegasnya.

Perkuat Produk dan Peluang Pendapatan

Dalam sesi diskusi, salah seorang wartawan Pasaman, Nuzul Ramadhana, mengangkat pertanyaan mengenai kiat perusahaan pers bertahan sekaligus meningkatkan pendapatan di tengah tantangan industri media.

Menanggapi hal itu, Nazir menyebut, upaya menjaga keberlangsungan perusahaan pers perlu dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh lini. Perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan satu bidang, tetapi harus mampu membaca peluang dan memperkuat hubungan dengan berbagai pihak.

“Semua lini harus bergerak. Manfaatkan peluang, jaga hubungan relasi, tingkatkan silaturahmi dan komunikasi dengan banyak pihak,” jelasnya.

Selain memperkuat jejaring, perusahaan pers juga perlu meningkatkan kualitas produk jurnalistik agar tetap memiliki nilai bagi pembaca. Konten yang informatif, relevan, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan produk media.

“Redaksional harus bergizi dan menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas. Di koran kami juga punya banyak rubrik, seperti MBG, Wisata, Ayo Sehat, dan lainnya,” ungkap Nazir.

Pengembangan rubrik tersebut menjadi salah satu cara untuk menghadirkan informasi yang beragam sekaligus memperluas jangkauan pembaca. Dengan demikian, media tidak hanya menyampaikan peristiwa, tetapi juga menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Padang Ekspres Tandri Eka Putra mengatakan, diskusi tersebut juga menjadi kesempatan bagi para wartawan Pasaman untuk mengenal lebih dekat pengelolaan redaksi dan dinamika kerja jurnalistik di Padang Ekspres.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pemberitaan di tengah perubahan lanskap industri media. Menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut cepat menyampaikan informasi, tetapi juga harus memastikan akurasi, keberimbangan, dan kedalaman berita.

Perkembangan media digital, katanya, turut mengubah pola masyarakat dalam mengakses informasi. Karena itu, insan pers perlu beradaptasi dengan memanfaatkan berbagai platform distribusi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik.

Tandri juga menilai, kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarmedia menjadi bagian penting dalam memperkuat profesionalisme wartawan. Melalui diskusi dan studi tiru, wartawan dapat saling berbagi pengetahuan mengenai tantangan peliputan, pengembangan konten, serta upaya menjaga kepercayaan publik terhadap media.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan fasilitas percetakan Padang Ekspres di lingkungan Gedung Graha Pena Padang. Para wartawan berkesempatan melihat secara langsung proses produksi koran, mulai dari pengelolaan redaksi hingga tahap pencetakan.(02)