Insiden Pengusiran di Rumah Singgah Padang, Donizar Tegaskan Bukan Milik Sahabat Donizar

Padang, Kabarins.com – Insiden dugaan pengusiran warga atau pasien di sebuah rumah singgah yang diperuntukkan bagi warga Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat di Jalan Haji Abdullah Nomor 2, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, memantik reaksi keras dari berbagai pihak. Peristiwa tersebut juga menyeret nama Anggota DPRD Sumatera Barat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Donizar.

Sejumlah pihak menduga rumah singgah tersebut merupakan Rumah Singgah Sahabat Donizar. Dugaan itu kemudian berkembang luas di tengah masyarakat, hingga memicu kesalahpahaman. Padahal, Donizar menegaskan bahwa rumah singgah yang dimaksud bukanlah rumah singgah yang ia kelola.

banner 728x90

“Perlu saya luruskan, rumah singgah di Jalan Haji Abdullah itu bukan Rumah Singgah Sahabat Donizar. Rumah singgah tersebut milik pihak lain, dan tidak ada kaitannya dengan kami,” tegas Donizar saat dikonfirmasi, Senin.

Akibat kesalahpahaman itu, Donizar mengaku menerima banyak pesan masuk melalui aplikasi WhatsApp. Masyarakat mempertanyakan kebenaran informasi tersebut karena selama lebih dari lima tahun, Rumah Singgah Sahabat Donizar dikenal aktif membantu warga Pasaman dan Pasaman Barat yang membutuhkan tempat tinggal sementara saat berobat di Kota Padang.

“Pesan masuk bertubi-tubi ke WhatsApp saya. Banyak yang bertanya dan menyayangkan kejadian itu, karena mereka tahu bagaimana rumah singgah kami selama ini melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.

Meski menegaskan tidak terkait langsung dengan insiden tersebut, Donizar tetap menyampaikan keprihatinannya. Ia meminta agar pengelola rumah singgah yang terlibat dapat mengedepankan komunikasi dan nilai-nilai kemanusiaan dalam memberikan pelayanan.

“Walaupun itu bukan rumah singgah kami, saya berharap pengurus dan masyarakat bisa duduk bersama, berkomunikasi dengan baik. Rumah singgah pada dasarnya adalah layanan sosial, tempat orang-orang yang sedang kesulitan mencari pertolongan,” kata Donizar.

Ia kemudian membandingkan dengan Rumah Singgah Sahabat Donizar yang berada di Kota Padang. Rumah singgah tersebut diperuntukkan bagi warga di Daerah Pemilihan (Dapil) IV, yakni Pasaman dan Pasaman Barat, yang merupakan konstituennya.

Donizar mengungkapkan, pada awal pendiriannya, rumah singgah itu memang diprioritaskan bagi masyarakat yang memiliki Kartu Sahabat Donizar. Namun, seiring berjalannya waktu, kebijakan tersebut diubah demi alasan kemanusiaan.

“Awalnya memang untuk pemegang Kartu Sahabat Donizar. Tapi aturan itu kami ubah. Tidak mungkin orang sakit kami suruh pergi atau tidak kami izinkan menginap hanya karena tidak punya kartu atau tidak memilih saya saat pileg,” ujarnya.

Menurut Donizar, prinsip kemanusiaan harus berada di atas kepentingan apa pun, termasuk kepentingan politik. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan rumah-rumah singgah di Padang dapat benar-benar menjadi tempat aman dan nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau orang datang dalam kondisi sakit dan butuh bantuan, maka sudah seharusnya kita tolong. Itu yang selalu kami pegang,” tutup Donizar.(*)

banner 728x90