PT Nindya Karya Kebut Normalisasi Sungai Batang Kabung, Geobag Dipasang Cegah Abrasi dan Banjir

Pekerja PT Nindya Karya melakukan pemasangan geobag dan normalisasi aliran Sungai Batang Kabung, Lubuk Minturun, Kota Padang, sebagai upaya mencegah abrasi dan banjir susulan pascabanjir besar Oktober 2025 lalu.

Padang, Kabarins.com — Pascabanjir besar yang melanda kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang pada Oktober 2025 lalu, proses penanganan darurat terus dilakukan di sejumlah titik terdampak. Derasnya arus sungai saat itu tidak hanya merusak rumah warga dan fasilitas umum, tetapi juga menghanyutkan bangunan SD Negeri 49 serta sebuah pondok pesantren di kawasan Batang Kabung.

Sebagai pelaksana penanganan darurat yang ditunjuk pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, PT Nindya Karya berkomitmen melakukan normalisasi sungai guna mencegah terjadinya abrasi dan meluapnya air ke permukiman warga.

Di lokasi Batang Kabung, pekerjaan difokuskan pada pemasangan geobag berukuran satu meter kubik di sepanjang bibir sungai. Geobag berwarna putih tersebut disusun rapi sebagai penahan arus sekaligus memperkuat tebing sungai agar tidak kembali tergerus air.

Selain itu, alat berat excavator juga terus bekerja melakukan pengerukan sedimen sungai secara bertahap untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi pendangkalan.

Pengawas proyek, Fikri, menjelaskan bahwa pemasangan geobag tahap pertama dilakukan dengan meninggikan bibir sungai setinggi 1,2 meter. Selanjutnya, pada tahap kedua, ketinggian ditambah menjadi 1,5 meter dengan total penanganan sepanjang 548 meter yang tersebar di beberapa titik.

Baca Juga:Pemkab Pasaman dan RSOMH Bukittinggi Perkuat Kerja Sama Layanan Kesehatan dan Edukasi Masyarakat

“Semoga dengan pemasangan geobag ini, arus sungai dapat lebih terkendali dan mampu mencegah pengikisan tebing di kawasan Batang Kabung,” ujarnya.

Sementara itu, warga setempat, Nasril, menilai pemasangan geobag memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, saat debit air meningkat, geobag mampu meredam arus sehingga tidak langsung menghantam tebing menuju kawasan permukiman Batang Kabung.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang cepat turun tangan melakukan penanganan sungai pascabanjir.

“Kalau tidak segera diperbaiki, abrasi akan terus meluas dan mengancam lahan warga,” katanya.

Meski demikian, Nasril berharap pemasangan geobag juga dilakukan di sisi seberang sungai agar tanggul tanah yang sudah terbentuk tidak kembali terkikis arus air.

“Di Batang Kabung ini minim batuan untuk membuat tanggul permanen, sehingga pemasangan geobag di sisi seberang juga sangat diperlukan,” pungkasnya. (*02)

Baca Juga:Karutan Lubuk Sikaping Hadiri Pisah Sambut Kepala Kemenag Pasaman, Perkuat Sinergi Antarinstansi