Nagari Tangguh, Warga Terlindungi: Welly–Parulian Perkuat Ketahanan Bencana hingga Pelosok Pasaman

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pasaman bersama kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman, Mardianto bersama jajarannya didampingi Kasatpol PP Yusrizal, serta Wali Nagari Durian Tinggi Hendra Gunawan, saat konfrensi pers menyampaikan pelaksanaan program unggulan Nagari Tangguh Bencana di Media Center, Diskominfo, Kamis (21/5/2026)

Pasaman, Kabarins.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memperkuat upaya perlindungan masyarakat melalui Program Unggulan “Nagari Tangguh Bencana”, sebuah gerakan terpadu yang menempatkan kesiapsiagaan warga sebagai garda terdepan dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Di bawah kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian, program ini menjadi bagian strategis dalam mewujudkan Pasaman yang aman, tangguh, dan responsif terhadap berbagai potensi bencana seperti banjir, longsor, gempa bumi, hingga cuaca ekstrem yang kerap terjadi di sejumlah wilayah.

Melalui sinergi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Pasaman menggerakkan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah nagari, relawan, tokoh masyarakat, hingga kelompok pemuda untuk membangun sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat sampai ke tingkat jorong dan nagari.

Program Nagari Tangguh Bencana tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga menitikberatkan pada langkah mitigasi dan edukasi sejak dini. Berbagai kegiatan dilaksanakan, mulai dari pelatihan evakuasi mandiri, simulasi kebencanaan, pembentukan relawan siaga, pemetaan daerah rawan bencana, hingga penyediaan jalur dan titik evakuasi di kawasan strategis.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kita ingin masyarakat memiliki kemampuan dan kesiapan menghadapi bencana secara cepat, tepat, dan terorganisir,” ujar Kepala BPBD Pasaman, Mardianto, didampingi Kasatpol PP Yusrizal serta Wali Nagari Hendra Gunawan saat konferensi pers di Media Center Dinas Kominfo Pasaman, Kamis (21/5/2026).

Mardianto menjelaskan, program tersebut sejalan dengan visi “Terwujudnya Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan”, sekaligus mendukung RPJMD Kabupaten Pasaman Tahun 2025–2029, khususnya pada misi kedelapan tentang peningkatan kesiapsiagaan dan tanggap bencana.

Menurutnya, tujuan utama program ini adalah membentuk nagari yang memiliki kemampuan mandiri dalam beradaptasi menghadapi ancaman bencana serta mampu pulih lebih cepat pascabencana.

Baca Juga:ASN Bangkit, Pelayanan Meningkat: Welly–Parulian Bangun Birokrasi Modern, Humanis dan Berintegritas

“Program ini mencerminkan perubahan paradigma dari sekadar menunggu bencana menjadi pengelolaan risiko bencana yang aktif, terencana, dan berbasis partisipasi masyarakat,” katanya.

Selama satu tahun pemerintahan Welly–Parulian, BPBD bersama organisasi perangkat daerah terkait mencatat sejumlah capaian penting. Jika pada Mei 2025 baru terbentuk 45 Kelompok Siaga Bencana (KSB), kini seluruh 62 nagari di Kabupaten Pasaman telah memiliki kelompok siaga bencana aktif.

Selain itu, empat nagari telah resmi ditetapkan sebagai Nagari Tangguh Bencana, yakni Nagari Durian Tinggi, Nagari Pauh, Nagari Tanjung Beringin Utara, dan Nagari Aia Manggis Barat.

Pemerintah daerah juga menargetkan pada tahun 2026 sebanyak 15 kelompok siaga ditingkatkan statusnya menjadi Nagari Tangguh Bencana melalui proses penilaian ketangguhan nagari.

Dari sisi sarana dan prasarana, seluruh nagari kini telah memiliki perlengkapan dasar kebencanaan seperti handy talky (HT), helm, dan pelampung. Sementara nagari yang telah berstatus tangguh juga dilengkapi perahu evakuasi, chainsaw, hingga alat pemadam api ringan (APAR).

Sepanjang tahun 2025 hingga April 2026, berbagai kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat terus dilakukan, di antaranya pemetaan potensi bencana, penentuan titik kumpul dan jalur evakuasi, hingga simulasi penyelamatan korban bersama Basarnas dan Dinas Kesehatan.

Pemkab Pasaman juga melaksanakan Gerakan Nagari Menanam dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026 dengan penanaman sebanyak 6.200 pohon di seluruh nagari se-Kabupaten Pasaman sebagai langkah mitigasi berbasis lingkungan.

Meski demikian, pemerintah daerah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam membangun kemandirian masyarakat dalam penanggulangan bencana secara berkelanjutan.

Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan nagari yang benar-benar tangguh, baik dari aspek layanan dasar, regulasi, pendidikan, kesehatan, maupun koordinasi antar-stakeholder.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Pasaman berharap setiap nagari mampu menjadi wilayah yang mandiri, sigap, dan cepat pulih saat menghadapi bencana, sekaligus memperkuat ketahanan daerah dan menurunkan indeks risiko bencana di Kabupaten Pasaman. (*02)

Baca Juga:Tagihan Air Naik, Perumda Tirta Saiyo Pasaman: Kebocoran hingga Pola Konsumsi Jadi Pemicu