Pasaman, Kabarins.com — Di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian Dalimunthe, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Pasaman terus memperkuat komitmen peningkatan kualitas pendidikan. Pada tahun 2026 ini, sedikitnya 75 sekolah di wilayah tersebut ditargetkan memperoleh program pembangunan dan revitalisasi sarana pendidikan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Muslim, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan secara berkelanjutan, sejalan dengan visi Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan.
“Revitalisasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan sekolah-sekolah di Pasaman memiliki fasilitas yang layak, aman, dan nyaman sebagai lingkungan belajar,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembenahan infrastruktur pendidikan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Dalam kurun waktu empat tahun ke depan, seluruh sekolah di Pasaman ditargetkan memenuhi standar kelayakan bangunan yang representatif serta mendukung proses pembelajaran secara optimal.
“Lingkungan belajar yang kondusif sangat berpengaruh terhadap peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, pembangunan fisik sekolah menjadi prioritas,” jelasnya.
BACA JUGA: Perumda Tirta Saiyo Pasaman Tanggap Tangani Kebocoran Pipa di Jembatan Mauh
Saat ini, lanjut Muslim, sebanyak tujuh Sekolah Dasar (SD) telah menerima dana revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp4,5 miliar. Selain itu, satu SD yang terdampak bencana direlokasi dengan dukungan anggaran sebesar Rp2,5 miliar.
Tidak hanya pada jenjang pendidikan dasar, perhatian juga diberikan kepada pendidikan usia dini. Sebanyak 17 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) turut memperoleh program revitalisasi guna menciptakan fasilitas belajar yang lebih aman, nyaman, dan ramah anak.
Muslim menekankan bahwa peningkatan kualitas fisik sekolah harus berjalan seiring dengan penguatan sumber daya manusia (SDM) pendidikan. Peran kepala sekolah dan guru dinilai sangat strategis dalam membentuk budaya disiplin serta karakter peserta didik.
“Kepala sekolah dan guru harus menjadi teladan. Pendidikan tidak hanya soal bangunan, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai disiplin,” tegasnya.
Melalui program revitalisasi ini, Pemerintah Kabupaten Pasaman berharap kualitas pendidikan terus meningkat dan mampu melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, serta berakhlak mulia.
Sementara itu, hasil pantauan media di lapangan menunjukkan sejumlah sekolah yang telah direvitalisasi mengalami perubahan positif, baik dari segi kebersihan, penataan lingkungan, maupun peningkatan kedisiplinan warga sekolah.
“Perubahannya sangat terasa. Lingkungan sekolah lebih bersih dan tertata, kedisiplinan juga semakin baik,” ungkap salah seorang kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya. (02)
BACA JUGA: Ramadhan 1447 H: Bupati Welly Minta OPD Tetap Tuntaskan Laporan Strategis







