Pasaman, Kabarins.com — Keluhan masyarakat terkait lonjakan tagihan air pelanggan belakangan ini menjadi sorotan di Kabupaten Pasaman. Menanggapi hal tersebut, Perumda Air Minum Tirta Saiyo Pasaman menegaskan bahwa kenaikan tagihan umumnya dipicu oleh meningkatnya volume pemakaian air, bukan kesalahan sistem pencatatan semata.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Saiyo Pasaman, Deddy Eka Putra, mengatakan pihaknya kini memprioritaskan edukasi kepada pelanggan serta investigasi teknis guna memastikan setiap keluhan dapat ditindaklanjuti secara transparan.
“Perumda Tirta Saiyo berkomitmen memberikan pelayanan yang transparan dan profesional. Kami mengimbau pelanggan untuk segera melapor apabila menemukan lonjakan tagihan yang tidak biasa agar dapat dilakukan evaluasi bersama,” ujar Deddy didampingi Kepala Bidang Hubungan Pelanggan.
Menurutnya, besaran tagihan pelanggan dihitung berdasarkan volume pemakaian air yang tercatat melalui meteran air setiap bulan. Karena itu, setiap kenaikan nominal tagihan umumnya berkaitan langsung dengan meningkatnya kubikasi air yang mengalir ke rumah pelanggan.
Ia menjelaskan, ada sejumlah faktor yang paling sering memicu lonjakan tagihan air masyarakat. Salah satunya adalah kebocoran kecil pada instalasi rumah tangga, seperti keran yang terus menetes atau kerusakan katup tangki kloset.
“Meski terlihat sepele, kebocoran kecil yang terjadi selama 24 jam terus-menerus bisa menyebabkan pemborosan hingga ratusan bahkan ribuan liter air per bulan,” katanya.
Selain itu, perubahan pola konsumsi air di rumah tangga juga dinilai berpengaruh besar terhadap kenaikan tagihan. Aktivitas seperti renovasi rumah, meningkatnya frekuensi mencuci, pengisian kolam, acara keluarga, hingga bertambahnya jumlah penghuni rumah dapat meningkatkan penggunaan air tanpa disadari pelanggan.
Faktor lain yang kerap ditemukan adalah kebocoran pipa setelah meteran air atau pada area instalasi milik pelanggan. Kebocoran yang berada di dalam tanah maupun dinding rumah sering sulit terdeteksi, namun tetap membuat meteran air terus berputar meski seluruh keran telah ditutup.
Tidak hanya itu, kondisi dan usia meteran air juga menjadi perhatian perusahaan daerah tersebut. Meteran yang telah lama digunakan atau mengalami penyumbatan sedimen disebut dapat memengaruhi akurasi pencatatan pemakaian air sehingga perlu dilakukan pemeriksaan dan kalibrasi secara berkala.
Untuk memastikan pelayanan berjalan lebih transparan, Perumda Tirta Saiyo menyatakan seluruh data pencatatan meter pelanggan kini telah tersimpan secara digital dan terintegrasi dengan koordinat lokasi pelanggan.
Pelanggan yang merasa terdapat ketidaksesuaian tagihan diminta segera mendatangi kantor pelayanan Perumda Air Minum Tirta Saiyo terdekat dengan membawa bukti tagihan terakhir agar proses pemeriksaan dapat dilakukan lebih cepat.
“Nantinya petugas akan membantu membuka riwayat pemakaian, menganalisis kemungkinan kebocoran instalasi rumah, hingga menjadwalkan pengecekan lapangan apabila diperlukan,” jelas Deddy.
Melalui langkah evaluasi dan pengecekan tersebut, Perumda Tirta Saiyo Pasaman berharap masyarakat dapat memahami penyebab fluktuasi tagihan air sekaligus memperoleh solusi yang cepat, tepat, dan transparan.(*02)
Baca Juga:Tingkatkan Akses Keadilan Masyarakat, Nagari Tanjuang Beringin Utara Gelar Pelatihan Posbankum





