Pasaman, Kabarins.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, bersama Bupati Pasaman, Welly Suhery, mengikuti tradisi “makan bajamba” di rumah peninggalan keluarga Rano Karno di Kampung Jambak, Bonjol, Kabupaten Pasaman, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Rano Karno ke kampung halaman leluhurnya di Bonjol. Sebelumnya, ia menghadiri penyambutan di kawasan Museum Tuanku Imam Bonjol, berziarah ke makam keluarga, serta mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di daerah tersebut.
Tradisi makan bajamba—makan bersama dalam satu hidangan khas Minangkabau—berlangsung penuh keakraban, dihadiri tokoh adat, masyarakat setempat, serta keluarga besar. Momen ini menjadi simbol eratnya hubungan kekeluargaan dan kepulangan seorang perantau ke kampung halaman.
“Ini kunjungan saya ke rumah pusako keluarga. Selain untuk mengirim doa dan tahlil, juga bersilaturahmi dengan dunsanak di Bonjol dan Pasaman,” ujar Rano Karno di sela kegiatan.
Rano Karno menyebutkan, kunjungan kali ini merupakan yang ketiga kalinya ke Bonjol, meski sebelumnya terpaut waktu cukup lama, sekitar satu dekade. Ia mengungkapkan, kampung tersebut merupakan tempat tinggal kakek dan neneknya.
Menurutnya, kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga silsilah keluarga agar tidak terputus. Ia menyebut rumah peninggalan keluarganya, meski sederhana, memiliki nilai sejarah yang penting.
“Kami ingin memperbaiki rumah ini. Walaupun kecil, ini bagian dari sejarah keluarga yang tidak ingin kami lupakan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rano Karno menjelaskan bahwa kepulangannya ke Bonjol juga merupakan amanah dari almarhum ibundanya. Ia mengaku pernah berjanji untuk mengajak sang ibu pulang ke kampung halaman, namun rencana tersebut tidak sempat terwujud.
“Ini juga bagian dari memenuhi amanah beliau, sekaligus menelusuri kembali silsilah keluarga,” katanya.
Kunjungan tersebut turut menjadi ajang silaturahmi keluarga besar. Bahkan, sejumlah kerabat dari luar Sumatera Barat, termasuk dari Sumatera Utara, turut hadir menyambut kedatangannya.
Rano Karno berharap, kunjungan ini bukan menjadi yang terakhir, melainkan awal untuk mempererat kembali hubungan kekeluargaan dengan kampung halaman.
“Mudah-mudahan ini menjadi awal untuk lebih sering pulang dan bertemu,” tutupnya. (*02)



