Limapuluh Kota, Kabarins.com— Kabupaten Limapuluh Kota kembali menerima bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Sapi kurban dengan bobot mencapai sekitar 1,1 ton itu diberi nama “Tigo Selo” dan berasal dari Jorong Kapalo Koto, Nagari Durian Gadang, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Limapuluh Kota, drh. Devi Kusmira, mengatakan bantuan sapi kurban presiden tersebut merupakan kali kedua diterima Kabupaten Limapuluh Kota dalam dua tahun terakhir.
“Alhamdulillah, sapi yang kita lihat pada hari ini adalah sapi bantuan masyarakat dari Bapak Presiden Prabowo dalam rangka hewan kurban tahun 2026 ini,” ujar Devi Kusmira saat ditemui di lokasi kandang sapi, Selasa (19/5).
Ia menjelaskan, sebelumnya pada tahun 2024 Kabupaten Limapuluh Kota juga pernah mengusulkan sapi asal daerah tersebut untuk mewakili Provinsi Sumatera Barat. Saat itu sapi bernama “Peton” berhasil menjadi perwakilan Sumbar.
“Dulu pada tahun 2024 kita pernah mengusulkan sapi kurban untuk Provinsi Sumbar melalui sapi kita di Kabupaten Limapuluh Kota dengan nama Peton yang mempunyai cerita dan waktu itu mewakili sapi Sumatera Barat,” katanya.
Menurut Devi, sejak dua tahun terakhir bantuan sapi kurban presiden mulai diberikan merata kepada setiap kabupaten dan kota di Indonesia. Tahun ini, Limapuluh Kota kembali dipercaya menerima bantuan tersebut.
Untuk menentukan sapi pilihan presiden, Dinas Peternakan Kabupaten Limapuluh Kota terlebih dahulu menyeleksi beberapa kandidat sapi terbaik dari peternak lokal. Dari hasil seleksi itu, sapi “Tigo Selo” dipilih karena memiliki bobot paling besar dibanding kandidat lainnya.
“Nah, kita mempunyai beberapa ekor kandidat waktu itu, lalu dipilih sapi yang paling berat sehingga terpilihlah sapi ‘Tigo Selo’ di Jorong Kapalo Koto, Nagari Durian Gadang, Kecamatan Akabiluru,” ucapnya.
Baca Juga:Welly–Parulian Benahi Data PKH; Pastikan Bantuan Sosial Tepat Sasaran Hingga Pelosok Pasaman
Sapi berusia sekitar empat tahun itu diketahui milik peternak bernama Riri Rohmadi. Selain memiliki bobot sekitar 1,1 ton, sapi tersebut juga dinilai memiliki kondisi fisik yang sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban presiden.
Rencananya, sapi bantuan Presiden Prabowo itu akan disembelih di sebuah masjid di Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, pada Hari Raya Idul Adha mendatang.
Devi menambahkan, sejak ditetapkan sebagai calon sapi bantuan presiden, “Tigo Selo” terus mendapatkan pengawasan intensif dari petugas peternakan di Kecamatan Akabiluru. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin, termasuk pengaturan pola pakan guna menjaga kondisi dan meningkatkan bobot sapi menjelang hari penyembelihan.
“Sudah dikawal terus oleh petugas kita, juga telah dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan dan peningkatan pemberian pakan agar bobotnya makin bertambah sampai jelang hari H pemotongan,” jelasnya.
Tidak hanya soal bobot, Dinas Peternakan juga mempertimbangkan aspek genetika dan hasil produksi peternakan lokal dalam pemilihan sapi tersebut. Devi menyebut sapi “Tigo Selo” merupakan hasil program inseminasi buatan di Kabupaten Limapuluh Kota.
Pejantan induk sapi itu berasal dari BIB Tuah Sakato, sehingga menghasilkan sapi dengan pertumbuhan bobot yang dinilai luar biasa.
“Selain berat, kategori pemilihannya juga kita pikirkan bahwa ini hasil produksi Kabupaten Limapuluh Kota. Pejantannya berasal dari BIB Tuah Sakato dan ini adalah hasil pelaksanaan inseminasi buatan di Kabupaten Limapuluh Kota,” pungkasnya. (*02)
Baca Juga:Welly–Parulian Perkuat Generasi Emas Pasaman Lewat PKAN; Dorong Seni, Digitalisasi dan UMKM Nagari





