
Padang, Kabarins.com — Semen Padang FC terus mematangkan persiapan jelang laga penting menghadapi Persib Bandung pada pekan ke-26 Liga 1 Indonesia musim 2025/2026. Duel yang akan digelar Minggu (5/4/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion H. Agus Salim ini diprediksi berlangsung sengit.
Persib datang dengan kekuatan penuh, dihuni sejumlah pemain asing serta pilar Timnas Indonesia. Namun kondisi tersebut tidak membuat pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, merasa tertekan.
Imran: Sepak Bola Bukan Soal Nama Besar
Imran menegaskan bahwa pertandingan sepak bola ditentukan oleh kerja tim dan mentalitas, bukan sekadar nama besar atau postur pemain.
“Sepak bola itu 11 lawan 11. Bukan soal postur, tapi soal mentalitas. Mau atau tidak berjuang di lapangan, itu yang menentukan,” tegas Imran.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman sebagai pemain mengajarkannya bahwa timing dan determinasi sering kali lebih penting dibanding keunggulan fisik.
Baca juga: Manchester City Hancurkan Liverpool 4-0, Haaland Hattrick dan Bawa City ke Semifinal FA Cup
Analisis Mendalam dan Skema Taktik Disiapkan
Menghadapi tim asuhan Bojan Hodak, jajaran pelatih Semen Padang telah melakukan analisis menyeluruh terhadap pola permainan Persib.
Beberapa skenario telah disiapkan, mulai dari:
- strategi bertahan (defending)
- pola serangan (attacking)
- hingga skema bola mati (set-piece)
“Kami sudah siapkan beberapa rencana bermain. Tinggal bagaimana pemain bisa menjalankan di lapangan dan meminimalisir kesalahan,” jelas Imran.
Modal Mental dan Kepercayaan Diri
Imran membawa modal positif jelang laga ini. Ia pernah menaklukkan Persib saat masih melatih Malut United, pengalaman yang kini menjadi bekal penting dalam membangun kepercayaan diri tim.
Sejak mengambil alih kursi pelatih dari Dejan Antonic, Imran langsung menunjukkan dampak signifikan dengan membawa Semen Padang meraih kemenangan di laga debutnya melawan PSBS Biak.
Baca juga: Solusi SDM Tambang, Verry Mulyadi: Rangkul Sekolah Pertambangan, Jangan Banyak Alasan!
Target: Keluar dari Tekanan Degradasi
Saat ini, Semen Padang masih berada dalam tekanan zona degradasi. Karena itu, laga melawan Persib menjadi momentum krusial untuk mengangkat posisi di klasemen.
Imran menekankan bahwa satu-satunya kunci adalah mental pemenang.
“Kalau mereka punya semangat 200 persen, kita harus 300 persen. Siapa yang mau berlari, siapa yang mau berjuang, itu yang akan menang,” ujarnya.
Ia menutup dengan pesan tegas kepada para pemain:
“Kuncinya cuma satu: yakin atau tidak. Kalau tidak yakin, sulit untuk menang. Jadi yang kami bangun adalah mentality—winning mentality.” (*01L)



