Jakarta,Kabarins.com – Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited di London, Inggris, Senin (23/02/2026). Momentum ini menjadi tonggak penting percepatan penguasaan teknologi semikonduktor nasional.
Kehadiran Presiden dalam agenda tersebut menegaskan komitmen pemerintah mendorong transformasi ekonomi berbasis inovasi dan teknologi tinggi. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan kapasitas desain chip (chip design) sebagai fondasi industri semikonduktor dari sisi hulu.
Baca Juga :
ART Indonesia–AS Resmi Ditandatangani, Tarif Turun ke 19 Persen dan 1.819 Produk RI Bebas Tarif
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Arm merupakan pemain utama dalam industri semikonduktor global, terutama pada aspek desain.
“Ini merupakan kerja sama Indonesia agar bisa menguasai teknologi semikonduktor. Arm adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor terutama dari segi desain, yang merupakan bagian paling hulu dari industri ini,” ujar Airlangga.
Menurutnya, Arm menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk sektor otomotif global serta hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan (AI). Dengan kolaborasi ini, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang menjadi fondasi inovasi digital modern.
Target 15 Ribu Engineer Chip Design
Melalui kemitraan tersebut, pemerintah menargetkan pelatihan bagi 15 ribu insinyur Indonesia dalam ekosistem Arm. Program ini diharapkan mampu mencetak talenta unggul di bidang desain chip dan memperkuat ekosistem industri semikonduktor nasional.
“Diharapkan 15 ribu engineer kita dapat dilatih untuk menguasai teknologi chip design, dan kerja sama ini juga akan berlanjut pada pengembangan generasi semikonduktor berikutnya,” tambah Airlangga.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa program pelatihan akan dilakukan melalui pengiriman tenaga ahli ke luar negeri maupun menghadirkan pelatih Arm ke Indonesia dengan modul khusus.
“Enam industri akan dipilih untuk pengembangan chip ini. Sebanyak 15 ribu engineer akan dilatih, baik dengan dikirim ke luar negeri maupun melalui pelatihan langsung di Indonesia,” ujar Rosan.
Fokus Enam Sektor Strategis
Airlangga menambahkan, pengembangan desain chip nasional akan difokuskan pada enam bidang intellectual property (IP) strategis, antara lain:
- Teknologi otomotif
- Internet of Things (IoT)
- Data center
- Home appliances
- Autonomous vehicle
- Quantum computing
Seluruh IP yang dikembangkan ditargetkan berada dalam kendali Indonesia guna memperkuat kedaulatan teknologi nasional.
Menuju Indonesia Emas 2045
Kemitraan BPI Danantara dan Arm ini menandai langkah strategis Indonesia untuk bertransformasi dari sekadar konsumen teknologi menjadi produsen bernilai tambah tinggi dalam rantai pasok global semikonduktor.
Pemerintah memandang sektor teknologi sebagai “turbocharger” pertumbuhan ekonomi nasional, melengkapi agenda besar ketahanan pangan dan ketahanan energi. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi besar menuju visi Indonesia Emas 2045, dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mendorong produktivitas berbasis inovasi.
Dengan kerja sama ini, Indonesia menegaskan posisinya dalam peta industri semikonduktor global dan membuka peluang besar bagi akselerasi ekonomi digital nasional.(*01).
Baca Juga :
Wagub Vasko Ruseimy Serahkan Bantuan untuk Masjid Padang Japang, Jejak Sejarah PDRI







