Pessel, Kabarins.com–Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan kunjungan pengawasan penggunaan anggaran pendidikan tahun 2026 ke Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Kamis (9/4). Kegiatan itu bertujuan memastikan program pendidikan berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Lazuardi Erman, memimpin langsung rombongan yang terdiri dari Endarmi, Sopian Hendri, Neldaswenti, dan Sri Kumala Dewi, beserta staf sekretariat. Rombongan tersebut melakukan peninjauan ke sejumlah sekolah, di antaranya SMAN 2 Painan dan SMKN 1 Painan.
“Kami ingin memastikan anggaran pendidikan tahun 2026 benar-benar digunakan secara tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi siswa serta sekolah,” ujar Lazuardi.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab DPRD dalam memastikan setiap program pendidikan berjalan optimal. Menurutnya, penggunaan anggaran harus dilakukan secara akuntabel dan tidak mubazir.
Ia menambahkan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada sarana dan prasarana, tetapi juga peningkatan kualitas pembelajaran. Ia menilai sinergi antara pemerintah, sekolah, dan komite sekolah sangat diperlukan dalam mendorong kemajuan pendidikan di daerah.
Sementara itu, anggota Komisi V DPRD Sumbar, Sri Kumala Dewi, menjelaskan bahwa peninjauan di SMAN 2 Painan merupakan bagian dari pengawasan anggaran tahun 2026 yang bersumber dari pokok pikiran DPRD.
Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2026 dialokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk perbaikan kantin sekolah. Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan siswa selama berada di lingkungan sekolah.
“Perbaikan kantin ini menjadi prioritas karena menyangkut kenyamanan siswa. Kami ingin siswa tetap berada di lingkungan sekolah saat jam istirahat,” Dewi.
Baca Juga:Bupati Welly: Pasaman Usulkan Penguatan Energi Panas Bumi dan Infrastruktur di Musrenbang RKPD 2027
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lokasi, termasuk status kepemilikan lahan. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala administratif saat pelaksanaan kegiatan.
Sri Kumala Dewi menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan sejak awal tahun agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi. Jika terdapat kendala, maka alokasi anggaran akan dipertimbangkan kembali pada perubahan APBD.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan penyerapan anggaran berjalan optimal serta menghindari keterlambatan pelaksanaan program.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan kantin tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang diserap saat kunjungan sebelumnya. Kondisi kantin yang kurang layak dinilai dapat memengaruhi kenyamanan dan pengawasan siswa.
Ditambahkan Dewi bahwa fasilitas yang tidak memadai berpotensi membuat siswa keluar dari lingkungan sekolah saat jam istirahat, sehingga berdampak pada proses belajar.
Ia berharap dengan adanya kantin yang layak, siswa dapat tetap berada di lingkungan sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar lebih terjaga.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa usulan pembangunan kantin pada tahun 2026 hanya terdapat di SMAN 2 Painan. Sementara itu, usulan lainnya mencakup pengadaan mobiler, pembangunan gedung, serta pengembangan kelas digital, seperti di SMAN 1 Lengayang dengan anggaran mencapai Rp500 juta.
Lebih jauh dijelaskan bahwa Komisi V DPRD Sumbar memberikan perhatian serius terhadap sektor pendidikan tingkat SLTA. Ia berharap dukungan anggaran yang tepat dapat melahirkan generasi muda yang berkualitas di masa depan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga disambut oleh Kepala SMAN 2 Painan, Erisman, dan Kepala SMKN 1 Painan, Almes Gangga. Keduanya turut mendampingi peninjauan lapangan serta menyampaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah. (yon)
Ket : Terlihat anggota Komisi V DPRD Sumbar, yang dipimpin Lazuardi Erman, saat berkunjung ke SMAN 2 Painan. (*02)
Baca Juga:Tim Ahli DPRD Sumbar Bahas Strategi Tingkatkan PAD Lewat Pembenihan Udang Vaname





