Jalan Mantap, Ekonomi Bangkit: Welly–Parulian Percepat Transformasi Infrastruktur hingga Pelosok Pasaman

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pasaman bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Djoko Rifanto, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR), Choiruddin Batubara, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Perhubungan dan Lingkungan Hidup (DPRKPPLH) Hasrizal didampingi jajaran saat konfrensi pers menyampaikan pelaksanaan program unggulan Transportasi Lancar Ekonomi Tumbuh di Media Center, Diskominfo, Selasa, (19/5/2026)

Pasaman, Kabarins.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati Pasaman H. Parulian terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Melalui program unggulan “Transportasi Lancar, Ekonomi Tumbuh”, pembangunan jalan tidak lagi dipandang sekadar proyek fisik, melainkan strategi mempercepat konektivitas wilayah, membuka keterisolasian daerah, serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat hingga ke pelosok nagari dan kejorongan.

Pemerintah daerah menargetkan pembangunan infrastruktur mampu mempercepat distribusi hasil pertanian, menekan biaya transportasi, mempermudah akses pendidikan dan layanan kesehatan, sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Pasaman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasaman, Choiruddin Batubara mengatakan, penguatan pembangunan diawali melalui pemutakhiran regulasi penetapan ruas jalan kabupaten yang kini mencakup 317 ruas jalan dengan total panjang mencapai 795,918 kilometer.

“Infrastruktur jalan merupakan urat nadi pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi sektor pertanian, perdagangan, pendidikan, dan pelayanan dasar lainnya,” ujar Choiruddin Batubara saat jumpa pers di Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika Pasaman, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, hasil pembangunan mulai menunjukkan capaian positif. Berdasarkan survei PKRMS, tingkat kemantapan jalan Kabupaten Pasaman meningkat dari 53,27 persen pada 2023 menjadi 55,77 persen pada 2024. Sementara pada 2025, tingkat kemantapan jalan tetap terjaga di angka 55,11 persen meski daerah menghadapi tantangan pascabencana dan efisiensi anggaran.

“Capaian ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam menjaga stabilitas pembangunan infrastruktur di tengah berbagai keterbatasan,” katanya.

Untuk tahun 2026, Pemkab Pasaman kembali menyiapkan anggaran pembangunan jalan sekitar Rp41 miliar dengan target peningkatan kemantapan jalan menjadi 57,77 persen.

Selain mengandalkan APBD, pembangunan infrastruktur juga diperkuat melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi Sumbar dikabarkan mengalokasikan anggaran gabungan sekitar Rp52,6 miliar untuk rekonstruksi jalan dan jembatan serta pemeliharaan ruas jalan strategis di Pasaman.

Beberapa ruas prioritas yang akan ditangani di antaranya ruas Padang Sawah–Kumpulan, Simpang Tanjung Air–Muaro Sei Lolo Gelugur, serta ruas Panti–Simpang Empat melalui dukungan dana TKD.

Kolaborasi bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) juga menghadirkan program Inpres Jalan Daerah Tahun 2026 pada ruas Simpang III Rumbai–Muara Tais dengan nilai anggaran mencapai Rp34,06 miliar sepanjang 7,42 kilometer.

Baca Juga:Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Limapuluh Kota Capai 1,1 Ton, Hasil Inseminasi Buatan Lokal

Sementara percepatan penanganan ruas Lanai–Batang Kundur sepanjang empat kilometer juga tengah dipersiapkan dengan alokasi anggaran sekitar Rp20 miliar.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Pasaman, Djoko Rifanto menyebut keberhasilan percepatan pembangunan infrastruktur tidak terlepas dari kuatnya koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, Balai Jalan Nasional, DPRD Provinsi hingga DPR RI.

Menurut Djoko, manfaat pembangunan kini mulai dirasakan langsung masyarakat, salah satunya melalui pengaspalan ruas Sungai Ranyah Hilir menuju Lubuk Layang yang dilaksanakan selama dua tahun berturut-turut.

“Jalan tersebut kini menjadi akses penting penghubung Kecamatan Rao Utara dan Rao Selatan yang sangat membantu aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat berharap pengaspalan dapat dilanjutkan sekitar 900 meter lagi pada ruas yang masih mengalami kerusakan.

Pemerintah Kabupaten Pasaman juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis lainnya, seperti rekonstruksi Jalan Silang IV–Lanai beserta pembangunan drainase melalui dukungan dana Banpres. Proyek tersebut menjadi solusi atas longsor yang sempat memutus akses masyarakat.

Selain itu, pemeliharaan Ruas Jalan Watas–Simpang turut dilakukan dengan anggaran Rp198,8 juta melalui normalisasi saluran air, pembersihan material longsor, dan perbaikan badan jalan agar akses masyarakat tetap aman dilalui.

Jalur tersebut menjadi akses alternatif penting penghubung Kabupaten Pasaman menuju Kota Padang melalui ruas provinsi Kumpulan–Padang Sawah.

Pemerintah juga membangun kembali Jembatan Aia Sonik pada ruas Pasar Mapun–Simpang KKN yang sebelumnya rusak dan mengganggu mobilitas warga.

Di wilayah terpencil, pembangunan Jembatan Gantung Equator pada ruas Equator–Sungai Limau, Kecamatan Bonjol, turut memperkuat akses masyarakat menuju pusat pemerintahan dan fasilitas pendidikan. Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan TNI AD melalui program nasional pembangunan 300 ribu jembatan pejalan kaki.

Begitu pula pembangunan Jembatan Bailey Kampuang Tongah–Muara Tais yang kini menjadi jalur vital distribusi logistik hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.

Program Inpres Jalan Daerah (IJD) 2025–2026 pada ruas Simpang III Rumbai–Muara Tais juga menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama puluhan tahun mengalami keterisolasian akses transportasi.

“Dulu hasil karet masyarakat harus diangkut menggunakan kuda beban karena kendaraan tidak bisa masuk. Kini masyarakat mulai merasakan perubahan,” ujar Djoko Rifanto.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemkab Pasaman juga memperkuat keselamatan transportasi melalui koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Perhubungan.

Salah satunya melalui layanan angkutan perintis rute Pasaman–Lubuk Sikaping–Panti–Simpang Empat Pasaman Barat untuk membantu mobilitas masyarakat wilayah terpencil dan perbatasan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga memasang delapan unit lampu penerangan jalan LED pada ruas Kumpulan–Padang Sawah tahun anggaran 2025 guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada malam hari.

“Dengan transportasi yang aman, jalan yang terang, dan sistem lalu lintas yang tertata, maka mobilitas masyarakat dan distribusi barang akan semakin lancar. Kondisi ini akan mendorong peningkatan produktivitas, mempercepat aktivitas perdagangan, menarik investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga: Welly–Parulian Perkuat Generasi Emas Pasaman Lewat PKAN; Dorong Seni, Digitalisasi dan UMKM Nagari