Padang, Kabarins.com — Di tengah deretan auditor senior yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia pengawasan internal BUMD, sosok muda itu tampak tenang mengikuti setiap sesi pelatihan. Namanya Dean Gusti Wiyono. Usianya paling muda di antara para Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI) Perumda Air Minum se-Sumatera Barat. Namun siapa sangka, dari forum bergengsi itulah ia justru pulang membawa prestasi dan perhatian banyak peserta.
Suasana Hotel Truntum Padang, 18–21 Mei 2026, menjadi saksi bagaimana generasi muda mulai mengambil peran penting dalam tata kelola perusahaan daerah.
Dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapabilitas SPI dan Manajemen Risiko BUMD Air Minum se-Sumatera Barat, yang diadakan oleh PAMSI dan BPKP itu, para peserta dituntut memahami tantangan pengawasan modern yang semakin kompleks.
Materi tentang penguatan pengawasan internal, penerapan manajemen risiko berbasis Good Corporate Governance (GCG), hingga teknik audit modern menjadi menu utama selama empat hari kegiatan berlangsung. Mayoritas peserta merupakan auditor dan pejabat pengawasan yang telah lama berpengalaman di lingkungan BUMD.
Namun di antara nama-nama senior tersebut, Dean Gusti Wiyono justru menjadi figur yang mencuri perhatian.
Sebagai Kepala SPI Perumda Air Minum Tirta Saiyo Kabupaten Pasaman yang baru dilantik sekaligus termuda di lingkungan BUMD Air Minum se-Sumatera Barat, Dean tampil percaya diri mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sikapnya yang komunikatif dan cepat beradaptasi membuat banyak peserta maupun panitia mulai melirik sosok muda asal Pasaman itu.
Bukan tanpa alasan. Di akhir kegiatan, Dean berhasil meraih peringkat kedua terbaik dalam penilaian individu peserta bimtek tingkat Sumatera Barat.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kompetensi tidak selalu ditentukan oleh usia maupun panjangnya pengalaman kerja. Di era tata kelola modern yang serba cepat dan dinamis, keberanian belajar dan kemampuan beradaptasi justru menjadi nilai penting.
Tidak hanya secara individu, capaian membanggakan juga diraih institusinya. Berdasarkan hasil asesmen kelembagaan panitia penyelenggara, SPI Perumda Air Minum Tirta Saiyo Kabupaten Pasaman dinobatkan sebagai SPI dengan hasil asesmen terbaik di antara seluruh BUMD Air Minum peserta kegiatan.
Penilaian itu meliputi berbagai aspek penting, mulai dari tata kelola pengawasan, kesiapan manajemen risiko, efektivitas pengendalian internal, administrasi SPI, hingga komitmen peningkatan kapabilitas organisasi.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Perumda Air Minum Tirta Saiyo Kabupaten Pasaman. Lebih dari sekadar penghargaan, keberhasilan itu menghadirkan pesan bahwa regenerasi kepemimpinan di lingkungan BUMD mulai berjalan ke arah yang positif.
Generasi muda kini tidak lagi sekadar pelengkap dalam birokrasi perusahaan daerah, tetapi mulai tampil sebagai motor perubahan.
Dean sendiri mengaku pencapaian tersebut bukanlah hasil kerja pribadi semata. Ia menyebut dukungan manajemen perusahaan dan kerja sama seluruh jajaran menjadi faktor penting di balik keberhasilan tersebut.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami dalam memperkuat fungsi pengawasan intern dan penerapan manajemen risiko di perusahaan. Prestasi ini tentunya menjadi motivasi untuk terus belajar, berbenah, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Perumda Air Minum Tirta Saiyo Kabupaten Pasaman,” ungkapnya.
Di tengah tantangan tata kelola perusahaan daerah yang semakin kompleks, kehadiran figur muda seperti Dean menjadi harapan baru. Bahwa dengan integritas, semangat belajar, dan keberanian menghadapi perubahan, anak muda juga mampu berdiri sejajar bahkan bersaing di ruang-ruang profesional yang selama ini identik dengan pengalaman senior.(*02)
Baca Juga:Nagari Tangguh, Warga Terlindungi: Welly–Parulian Perkuat Ketahanan Bencana hingga Pelosok Pasaman





