Dosen Poltekkes Kemenkes Padang Perkuat Kapasitas Tenaga Kesehatan Puskesmas Tanjung Paku melalui Kolaborasi IPE-CP untuk Cegah Hipertensi

KOTA SOLOK, Kabarins.com – Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan primer terus diwujudkan oleh Poltekkes Kemenkes Padang melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tim dosen institusi tersebut menggelar pelatihan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Pencegahan Hipertensi melalui Interprofessional Education–Collaborative Practice (IPE-CP)” di Aula Puskesmas Tanjung Paku, Kota Solok, Senin (15/6/2026).

Kegiatan ini merupakan implementasi salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat, yang berfokus pada penguatan kompetensi tenaga kesehatan dalam mencegah dan mengendalikan hipertensi melalui pendekatan kolaborasi lintas profesi.

Tim pengabdian dipimpin oleh Ns. Deharnita, S.ST., M.Kes. dengan anggota H. Abdul Gaffar, S.Kep., MPH dan R. Firwandri Marza, SKM., M.Kes.. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.

Ketua tim pengabdi, Ns. Deharnita, S.ST., M.Kes., menjelaskan bahwa pendekatan Interprofessional Education–Collaborative Practice (IPE-CP) menjadi strategi penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan primer.

Baca Juga:Langkah Menuju Perubahan Dimulai dari Al-Qur’an, WBP Rutan Lubuk Sikaping Rutin Tadarus dan Belajar Iqro’

“IPE-CP mendorong tenaga kesehatan dari berbagai profesi untuk belajar bersama, memahami peran masing-masing, serta membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan pasien,” ujarnya.

Sebagai narasumber utama, kegiatan menghadirkan dr. Dwi Tyastuti, MPH., Ph.D. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam paparannya, ia menjelaskan implementasi IPE-CP di pelayanan kesehatan primer serta pentingnya penguatan kolaborasi antarprofesi dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi.

Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari peserta karena memberikan perspektif baru mengenai pentingnya sinergi antara dokter, perawat, bidan, tenaga gizi, apoteker, dan profesi kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan yang berkualitas.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Puskesmas Tanjung Paku, Bdn. Ria Martanova, S.ST., yang menyampaikan apresiasi kepada tim dosen Poltekkes Kemenkes Padang atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan kolaboratif menjadi kebutuhan penting untuk menghadapi tantangan pelayanan kesehatan, terutama dalam pengendalian penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di masyarakat.

Seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Tanjung Paku mengikuti kegiatan secara aktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, dan studi kasus. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu menerapkan prinsip kolaborasi antarprofesi dalam praktik pelayanan sehari-hari sehingga upaya pencegahan hipertensi dapat berjalan lebih efektif, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, serta berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.

Pengabdian kepada masyarakat ini menjadi wujud nyata komitmen Poltekkes Kemenkes Padang dalam mendukung penguatan pelayanan kesehatan primer melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan berbasis kolaborasi. Selain itu, kegiatan ini juga menegaskan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada solusi terhadap kebutuhan masyarakat dan penguatan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. (*02)

Baca Juga:ASN Pasaman Lolos Seleksi Nasional, Haryadi Resmi Bergabung ke Kementerian Koperasi RI