PMKI 2026 ITB-Unand-Universitas Ekuitas Pulihkan Ekonomi Pascagalodo di Agam, Revitalisasi Sawah dan Perkuat UMKM

AGAM, Kabarins.com – Kolaborasi tiga perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Andalas (Unand), dan Universitas Ekuitas Indonesia, menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor (galodo) di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Melalui Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 2026, tim akademisi melakukan pendampingan terpadu untuk memulihkan sektor pertanian dan memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro sebagai langkah percepatan kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana.

Program bertajuk “Pemulihan Ekonomi Lokal dan Mata Pencaharian Masyarakat Terdampak Banjir dan Longsor di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam” ini merupakan bagian dari kolaborasi 24 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dalam mendukung Asta Cita ke-6 Pemerintah Republik Indonesia, yakni membangun dari desa dan dari bawah melalui pendekatan build back better, safer, and sustainable.

Bencana galodo yang melanda Salareh Aia pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan besar terhadap permukiman warga, lahan pertanian, kebun, jaringan irigasi, akses jalan, hingga usaha mikro yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Agam. Berdasarkan data BPS, lebih dari sepertiga penduduk bekerja di sektor pertanian yang memberikan kontribusi sekitar 29 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Berangkat dari kondisi itu, tim PMKI melakukan survei lapangan pada 28 Juni 2026 bersama Pemerintah Nagari Salareh Aia Induk dan Salareh Aia Timur untuk memetakan kebutuhan masyarakat sebelum pendampingan intensif dilaksanakan pada 4–7 Juli 2026.

Pelaksanaan program dibagi dalam dua fokus utama.

Di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia Induk, tim mendampingi petani melakukan revitalisasi lahan sawah yang rusak akibat banjir dan longsor agar kembali produktif.

Baca Juga:Langkah Menuju Perubahan Dimulai dari Al-Qur’an, WBP Rutan Lubuk Sikaping Rutin Tadarus dan Belajar Iqro’

Selain rehabilitasi lahan, masyarakat juga mendapatkan pembekalan mengenai Konstruksi dan Manajemen Infrastruktur (KMI) dari Dr. Ima Fatima, S.T., M.Eng. Pendekatan tersebut bertujuan membangun sistem pengaman lahan dan irigasi agar lebih tangguh terhadap ancaman longsor sehingga hasil pemulihan dapat berkelanjutan.

Sementara itu, di Nagari Salareh Aia Timur, perhatian difokuskan pada penguatan sekitar 20 pelaku UMKM yang mengolah produk pangan lokal seperti keripik, ikan sale, serta aneka kue tradisional.

Pendampingan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pembukuan usaha, pengelolaan keuangan, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penentuan harga jual, hingga strategi pemasaran.

Pelatihan tersebut melibatkan Dr. Ir. Asep Darmansyah, M.Si. dari ITB sebagai ahli pembukuan dan pengelolaan keuangan, Dr. Devi Analia, SP., M.Si. dari Universitas Andalas yang membimbing perhitungan HPP dan harga jual, serta Dr. Dian Hafizah, SP., M.Si. yang memberikan penguatan strategi pemasaran produk UMKM.

Program ini juga melibatkan Rinaldi, S.Hut., M.Si. dari Universitas Andalas bersama pemerintah nagari yang dipimpin Wali Nagari Salareh Aia Induk Rijal Islami dan Wali Nagari Salareh Aia Timur Fauzi.

Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, tetapi juga melahirkan model pemberdayaan berbasis ilmu pengetahuan yang mampu meningkatkan ketahanan desa terhadap risiko bencana di masa mendatang.

Melalui sinergi akademisi, pemerintah, dan masyarakat, PMKI 2026 menjadi bukti bahwa pengabdian perguruan tinggi tidak berhenti pada transfer ilmu, tetapi hadir sebagai solusi nyata untuk membangun kembali kehidupan masyarakat secara lebih kuat, aman, dan berkelanjutan setelah bencana. (*02)

Baca Juga:ASN Pasaman Lolos Seleksi Nasional, Haryadi Resmi Bergabung ke Kementerian Koperasi RI