Rekonstruksi Tari Salapan Dimulai, Upaya Pelestarian Warisan Budaya Kerajaan Melayu di Nagari Aia Bangih

Avatar photo

Pasaman Barat. Kabarins.com – Program Pemanfaatan Program Layanan Produksi Media untuk Penciptaan Karya Kreatif Inovatif dalam lingkup Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2025 resmi memulai kegiatan Rekonstruksi Tari Salapan sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya Kerajaan Melayu di Nagari Aia Bangih, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 1 bulan 20 hari (±7 minggu), terhitung mulai 1 Januari hingga 21 Februari 2026. Program ini bertujuan mendokumentasikan, merekonstruksi, dan menghidupkan kembali Tari Salapan sebagai salah satu warisan budaya takbenda yang memiliki nilai historis, filosofis, dan identitas budaya masyarakat Nagari Aia Bangih.

Selain menghasilkan rekonstruksi tari, kegiatan ini juga akan melahirkan produk media kreatif sebagai sarana dokumentasi, edukasi, dan diseminasi budaya kepada masyarakat luas.

Program rekonstruksi ini diketuai oleh Vinna Aulya dengan Daswir sebagai penanggung jawab kegiatan. Pelaksanaan program didukung oleh tim yang terdiri atas Dendi Chairi sebagai Asisten Koreografer, Frendy Satria Palindo sebagai Komposer yang bertanggung jawab dalam rekonstruksi musik tari, Patan sebagai Manajer, Tika sebagai Bendahara, Nayzila sebagai Notulen, serta Daegal dan Aldi sebagai tim Dokumentasi yang bertugas merekam seluruh rangkaian kegiatan dalam bentuk foto dan video sebagai bagian dari produksi media.

Pada minggu pertama, yaitu 1–3 Januari 2026, kegiatan diawali dengan pembentukan tim pelaksana, koordinasi bersama Pemerintah Nagari Aia Bangih, pemangku adat, tokoh masyarakat, serta instansi terkait. Tahapan ini juga mencakup penyusunan teknis pelaksanaan riset lapangan sebagai dasar pelaksanaan rekonstruksi Tari Pilin Salapan.

Selanjutnya, pada minggu kedua hingga ketiga (4–17 Januari 2026), tim melaksanakan riset lapangan melalui wawancara mendalam, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Riset dilakukan untuk menggali informasi mengenai sejarah, fungsi, bentuk penyajian, ragam gerak, musik pengiring, busana, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Tari Pilin Salapan.

Baca Juga:Wabup Pasaman Tinjau BUMNag Silayang Saiyo, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi Nagari

Pengumpulan data melibatkan empat narasumber yang memiliki pengetahuan dan pengalaman terhadap tari tersebut, yaitu Bapak Ruspam sebagai maestro sekaligus pelaku tradisi, serta Amel, Noni, dan Upik yang menjadi sumber informasi mengenai praktik pewarisan dan perkembangan Tari Salapan di Nagari Aia Bangih.

Selain wawancara, tim juga mengumpulkan dokumentasi lisan, rekaman video, foto, dan berbagai catatan pendukung sebagai bahan utama dalam proses rekonstruksi.

Ketua pelaksana, Vinna Aulya, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada menghidupkan kembali bentuk tari yang hampir terlupakan, tetapi juga mendokumentasikan pengetahuan budaya yang selama ini diwariskan secara lisan oleh para pelaku tradisi.

“Rekonstruksi Tari Salapan merupakan upaya untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya masyarakat Aia Bangih. Melalui riset yang melibatkan maestro dan pelaku tradisi, kami berharap bentuk, makna, dan nilai-nilai yang terkandung dalam tari ini dapat terdokumentasikan secara ilmiah dan diwariskan kepada generasi muda melalui media yang lebih inovatif,” ujar Vinna Aulya.

Hasil dari program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan dokumentasi dan rekonstruksi Tari Salapan, tetapi juga menjadi media pembelajaran, referensi akademik, serta sumber informasi bagi masyarakat dalam memahami kekayaan budaya Kerajaan Melayu di Nagari Aia Bangih. Melalui Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2025.

kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya takbenda Indonesia agar tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi masa kini maupun mendatang. (*02).

Baca Juga:Kadisdik Pasaman Tinjau MPLS di SMPN 1 Lubuk Sikaping, Tekankan Sekolah Ramah dan Pembelajaran Inovatif