Hujan Tak Surutkan Antusiasme Warga Koto Tangah, Aciak Hadirkan Penyanyi Legendaris Minang dalam Malam Hiburan Penuh Keakraban

PENUH KEAKRABAN: Anggota DPRD Kota Padang sekaligus owner Aciak Mart, Amril Amin (Aciak), menggelar malam hiburan dan silaturahmi bersama masyarakat Koto Tangah di Lubuk Minturun, Sabtu (26/9/2026). Meski diguyur hujan, warga tetap antusias menikmati penampilan sejumlah penyanyi Minang yang membawakan lagu-lagu nostalgia era 1990-an.

Padang, Kabarins.com — Guyuran hujan tidak menyurutkan antusiasme masyarakat Koto Tangah untuk berkumpul dan menikmati malam hiburan yang digelar Amril Amin, yang akrab disapa Aciak, owner Aciak Mart sekaligus anggota DPRD Kota Padang.

Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, tersebut menjadi ajang silaturahmi Aciak bersama masyarakat, Sabtu (26/09/2026).

Suasana semakin meriah dengan kehadiran sejumlah penyanyi Minang yang telah dikenal luas masyarakat Sumatera Barat.

Panggung hiburan menghadirkan An Roys, Ucok Sumbara, Ody Malik, Andre, dan Bang TP.

Penampilan para penyanyi yang dikenal lewat tembang-tembang pop Minang era 1990-an itu membawa warga bernostalgia dengan lagu-lagu yang pernah populer di tengah masyarakat.

Antusiasme warga terlihat sejak acara dimulai. Meski hujan turun, masyarakat tetap berdatangan dan bertahan menikmati hiburan hingga acara berlangsung meriah.

Tokoh masyarakat Koto Tangah, Dedy Maries Saputra yang akrab disapa Tayes, mengapresiasi kegiatan yang digelar Aciak tersebut.

Menurut Tayes, kegiatan itu tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Aciak dengan warga Koto Tangah.

“Ini bentuk silaturahmi yang sangat positif. Masyarakat bisa berkumpul bersama, menikmati hiburan sekaligus bernostalgia dengan lagu-lagu Minang yang dibawakan para penyanyi legendaris,” ujar Tayes.

Tayes mengatakan, sosok Aciak selama ini dikenal dekat dengan masyarakat. Gaya komunikasi yang terbuka dan mudah bergaul membuat Aciak dinilai tidak berjarak dengan warga.

“Yang kita lihat malam ini, walaupun hujan masyarakat tetap datang. Artinya masyarakat antusias dan merasa dekat. Mereka datang bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga ingin bersilaturahmi,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan semacam itu penting karena masyarakat membutuhkan ruang untuk berkumpul dan menikmati hiburan bersama.

“Ini suasana yang sangat baik. Ada hiburan, ada silaturahmi, dan masyarakat bisa bertemu dalam suasana santai. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilakukan,” tutur Tayes.

Sementara itu, Amril Amin yang akrab disapa Aciak mengatakan, malam hiburan tersebut memang sengaja digelar sebagai bagian dari silaturahmi bersama masyarakat Koto Tangah.

“Ini sederhana saja. Kita ingin bersilaturahmi, berkumpul bersama masyarakat dan memberikan sedikit hiburan. Masyarakat juga membutuhkan ruang untuk berkumpul dan menikmati suasana yang menyenangkan,” kata Aciak yang juga anggota DPRD Kota Padang itu.

Menurutnya, kehadiran para penyanyi Minang yang telah dikenal sejak era 1990-an menjadi bagian dari upaya menghadirkan hiburan yang dekat dengan masyarakat.

“Musik Minang adalah bagian dari kehidupan dan budaya kita. Mudah-mudahan malam ini masyarakat bisa terhibur, bernostalgia dengan lagu-lagu lama, dan yang paling penting silaturahmi kita semakin kuat,” ujarnya.

Aciak juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang tetap hadir meski cuaca kurang bersahabat.

“Terima kasih kepada masyarakat Koto Tangah yang sudah hadir. Hujan tidak menjadi penghalang untuk kita bersama-sama. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus mempererat kebersamaan kita,” katanya.

Malam itu, panggung hiburan bukan sekadar tempat para penyanyi bernyanyi. Lagu-lagu lawas Minang menjadi jembatan nostalgia, sementara kehadiran warga menjadi gambaran hangatnya kebersamaan masyarakat Koto Tangah bersama Aciak.(*02).