80 Lulusan Pelatihan BLK Siap Masuk Dunia Kerja, Dorong Target 1.000 Lapangan Kerja di Pasaman

Penutupan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 – Tailor Made Training (TMT) di UPT BLK Lubuk Sikaping, yang diikuti 80 peserta dari berbagai kejuruan, April 2026.

Pasaman, Kabarins.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman kembali memperkuat langkah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi berbasis kompetensi. Sebanyak 80 peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 – Tailor Made Training (TMT) yang berlangsung sejak 1 hingga 15 April 2026 di UPT BLK Lubuk Sikaping resmi menyelesaikan program dan dinyatakan siap bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha.

Penutupan kegiatan dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Pasaman, Roichard, yang hadir mewakili Bupati Pasaman, Welly Suhery. Dalam sambutan yang dibacakannya, Bupati menegaskan bahwa pelatihan tersebut menjadi bagian konkret dari program prioritas daerah.

“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan mampu bersaing, baik di dunia kerja maupun dalam membangun usaha mandiri,” ujar Asisten III Roichard membacakan sambutan Bupati Welly.

Ia menambahkan, program ini diarahkan untuk mendukung target penciptaan 1.000 lapangan kerja di Kabupaten Pasaman secara bertahap dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Dr. Ariswan, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang sesuai kebutuhan industri dan potensi usaha lokal agar hasilnya lebih aplikatif.

Baca Juga:Donizar Hadiri Alek Anak Nagari Babimba di Tanjung Beringin, Dorong Pelestarian Adat dan Penguatan Generasi Muda

“Seluruh materi pelatihan disusun berbasis kebutuhan pasar kerja dan peluang usaha di daerah. Dengan demikian, peserta tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki bekal kuat untuk membuka usaha secara mandiri,” jelas Ariswan.

Selama dua pekan pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan keterampilan di sejumlah bidang yang memiliki prospek kerja tinggi, yakni instalasi listrik, tata boga (ragi dan non ragi), menjahit bedcover lanjutan, tata rias pengantin, serta cost estimator konstruksi.

Tak hanya itu, peserta juga memperoleh berbagai fasilitas pendukung, mulai dari pakaian kerja, modul pelatihan, konsumsi, uang saku, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Di akhir program, peserta mendapatkan sertifikat pelatihan serta sertifikasi dari BNSP bagi yang dinyatakan lulus uji kompetensi.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pasaman dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui BPVP Padang, yang terus mendorong pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri.

Ia berharap, dengan selesainya pelatihan tersebut, para lulusan diharapkan dapat segera terserap ke dunia kerja, membuka usaha baru, serta berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Pasaman.

” Pemerintah daerah optimistis, melalui penguatan pelatihan vokasi yang berkelanjutan, target 1.000 lapangan kerja dapat tercapai,” pungkasnya.(*02)

Baca Juga:Rutan Kelas IIB Lubuk Sikaping Gelar Aksi Bersih Bersih Fasilitas Umum Sambut HBP ke-62