Jakarta,Kabarins.com – Pemerintah terus mempertegas komitmennya dalam menekan angka kemiskinan nasional melalui berbagai program strategis yang terarah dan berkelanjutan. Upaya ini difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Baca juga:Gubernur Mahyeldi: Ekonomi Sumbar Tumbuh Positif, Bukti Efektifnya Kerja Keras Bersama
Dalam agenda pembangunan jangka menengah, pemerintah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem hingga 0 persen pada tahun 2026. Selain itu, tingkat kemiskinan nasional ditargetkan turun hingga 5 persen pada tahun 2029.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menerapkan pendekatan terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menetapkan 88 kabupaten/kota sebagai wilayah prioritas pengentasan kemiskinan.
Tak hanya itu, kolaborasi lintas sektor juga diperkuat guna memastikan efektivitas program berjalan optimal di lapangan.
Di sektor ekonomi, pemerintah mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Pengembangan UMKM dinilai mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Sementara itu, dari sisi perlindungan sosial, pemerintah terus meningkatkan alokasi anggaran. Tercatat, sekitar Rp508,2 triliun dari APBN dialokasikan untuk berbagai program perlindungan sosial.
Program tersebut mencakup bantuan sosial tunai, Program Keluarga Harapan (PKH), hingga dukungan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, penyaluran dilakukan dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data penerima manfaat sehingga program lebih efektif.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan negara secara nyata dalam melindungi masyarakat sekaligus mendorong pemulihan ekonomi nasional.
Dengan sinergi antara program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi, optimisme terhadap masa depan Indonesia semakin menguat. Pemerintah berharap langkah ini menjadi fondasi menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaya saing.(*01L)





