Mandat Keras Presiden: Pertamina Harus Bersih dari Penipuan Markup, Manajemen Busuk Wajib Minggir

Balikpapan, Kabarins.com – Peresmian proyek raksasa Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Senin, 12 Januari 2026, berubah menjadi panggung peringatan keras bagi jajaran direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya PT Pertamina. Di hadapan para pejabat dan manajemen kilang, Presiden Prabowo Subianto tidak hanya berbicara soal kemegahan infrastruktur fisik, melainkan menyoroti keroposnya mentalitas dan tata kelola yang selama ini menggerogoti kemandirian energi bangsa.

Dalam pidato yang berapi-api, Kepala Negara membongkar fenomena “rendah diri” yang menurutnya masih menjangkiti bangsa ini. Bagi Prabowo, tidak masuk akal jika negara dengan kekayaan alam melimpah masih terus bergantung pada pihak asing dan merasa kalah sebelum bertanding. Ia menekankan bahwa RDMP Balikpapan harus menjadi simbol kebangkitan mentalitas “Berdiri di Atas Kaki Sendiri” (Berdikari), sebuah prasyarat mutlak bagi negara yang mengaku merdeka sepenuhnya. Kemandirian energi, menurutnya, bukan sekadar jargon ekonomi, melainkan benteng kedaulatan.

banner 728x90

Baca Juga: Resmikan Megaproyek Rp123 Triliun, Prabowo: Kita Mampu Mandiri Energi!

Namun, sorotan paling tajam tertuju pada masalah internal Pertamina. Dengan gaya bicaranya yang blak-blakan, Prabowo membuka tabir tentang praktik tata kelola yang buruk, inefisiensi, hingga dugaan manipulasi impor yang selama ini menjadi rahasia umum. Presiden memberikan mandat langsung—bahkan bisa disebut sebagai lisensi untuk melakukan “pembersihan massal”—kepada manajemen untuk menyingkirkan benalu di dalam perusahaan pelat merah tersebut.

“Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat! Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat, harus tega,” tegas Prabowo tanpa tedeng aling-aling. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa era toleransi terhadap inkompetensi dan praktik koruptif di sektor energi telah berakhir. Presiden bahkan menantang manajemen untuk mencari anak-anak muda berprestasi sebagai pengganti, menutup celah bagi mereka yang terbiasa bermain aman di zona nyaman birokrasi korup.

Baca Juga: Dialog Bupati Pasaman dengan Mendagri, Terungkap Program Nasional 300 Ribu Jembatan Gantung

Prabowo juga secara spesifik menyinggung praktik markup anggaran sebagai bentuk penipuan dan pencurian yang tidak akan lagi ditoleransi. Pesan dari Balikpapan ini sangat jelas: Kilang boleh baru dan canggih, namun jika mentalitas pengelolaannya masih kotor, kemandirian energi hanya akan menjadi mimpi di siang bolong. Transformasi energi di era ini tidak hanya menuntut teknologi tinggi, tetapi juga tangan-tangan yang bersih, amanah, dan berani mengambil keputusan tidak populer demi kepentingan rakyat. (15)

banner 728x90