Terancam Degradasi, Semen Padang FC Disorot: Verry Mulyadi Minta Audit Total Manajemen

Avatar photo

Padang,Kabarins.com – Kondisi Semen Padang FC kian memprihatinkan. Performa tim yang terus menurun membuat klub kebanggaan urang awak itu berada di ambang degradasi dari kompetisi Liga 1 musim 2025/2026. Situasi ini memicu sorotan serius terhadap tata kelola internal manajemen.

Baca juga:Seleksi Kafilah Rampung, 57 Wakil Sumbar Disiapkan Menuju MTQ Nasional Ke-XXXI di Semarang

Mantan manajer Semen Padang U-21, Verry Mulyadi, angkat bicara terkait kondisi tersebut. Ia menilai ada persoalan mendasar dalam pengelolaan klub yang harus segera dibenahi secara menyeluruh.

Dengan tegas, Verry mendesak dilakukan audit keuangan profesional terhadap PT Kabau Sirah selaku pengelola tim, khususnya untuk tiga tahun terakhir. Menurutnya, langkah ini penting guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.

“Harus dilakukan audit secara profesional. Saya melihat ada indikasi kebocoran dalam pengelolaan keuangan tim. PT Semen Padang sebagai induk perusahaan perlu turun tangan,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menyoroti dugaan pengelolaan keuangan yang tidak tertib, termasuk indikasi transaksi yang tidak melalui rekening resmi perusahaan. Selain itu, beban utang pajak masa lalu juga dinilai menjadi masalah yang seharusnya bisa ditangani secara profesional oleh konsultan.
“Dari audit nanti akan jelas ke mana aliran dana tersebut. Ini penting untuk perbaikan ke depan,” tegasnya.

Baca juga:Kolaborasi TP PKK, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan Pasaman Perkuat Transformasi Posyandu Terpadu 2026

Verry juga mengkritik pola pengelolaan reward dalam tim yang dinilai tidak tepat. Ia menilai adanya kecenderungan manajemen dan pemain menggantungkan harapan pada pihak luar, yang seharusnya bersifat sukarela, bukan kewajiban.
“Reward itu bentuk apresiasi, bukan kewajiban. Kalau terus diminta, ini bisa merusak mental dan orientasi pemain,” jelasnya.
Kekecewaan Verry semakin dalam karena ia merasa memiliki keterikatan emosional dengan klub yang pernah ia bantu bangun. Ia mengaku prihatin melihat kondisi tim yang kini kerap menjadi sasaran empuk lawan.

Menutup pernyataannya, Verry mendorong langkah besar setelah kompetisi berakhir, yakni melakukan reorganisasi total di tubuh manajemen tanpa saling menyalahkan.
“Perlu perombakan total setelah musim ini. Tapi yang terpenting, fokus pada pembenahan agar klub kembali ke jalur yang benar,” tutupnya.(*01L)