Pasaman, Kabarins.com – Polemik yang berkembang terkait dugaan kemalingan di SMKN 1 Lubuk Sikaping akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Ria Wahyuni Ibrahim, menegaskan bahwa pengambilan barang laboratorium komputer dan jaringan oleh penyedia diketahui, dizinkan dan disaksikan langsung oleh pihak sekolah.
Menurut Ria, informasi yang menyebut telah terjadi pencurian atau kemalingan di lingkungan sekolah tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.
“Tidak benar ada kemalingan karena saya sendiri bersama dua pegawai tim aset lainnya dari pihak sekolah yang menyaksikan pengambilan barang tersebut oleh penyedia saat itu,” ujarnya.
Ria menjelaskan, barang yang diambil penyedia hingga saat ini belum tercatat sebagai aset sekolah. Dengan demikian, tidak ada penggunaan atau pembelanjaan uang negara untuk pengadaan barang-barang tersebut.
Ia menceritakan, meja laboratorium dan perangkat jaringan komputer itu awalnya merupakan pengadaan yang dilakukan pada akhir tahun 2025. Saat itu sekolah menghadapi kebutuhan mendesak untuk pelaksanaan ujian sekolah pada November yang mengharuskan penggunaan perangkat komputer bagi siswa.
Di sisi lain, SMKN 1 Lubuk Sikaping belum memiliki perangkat jaringan komputer yang memadai, sementara sarana pendukung lainnya juga masih terbatas.
Dalam kondisi tersebut, Kepala SMKN 1 Lubuk Sikaping saat itu, Muslim, mengambil inisiatif bekerja sama dengan penyedia untuk melengkapi kebutuhan sarana tersebut. Kesepakatan dilakukan dengan mekanisme pembayaran yang direncanakan pada tahun 2026, tepatnya bulan Maret.
“Sifatnya mendesak, sementara anggaran saat itu tidak ada dan siswa akan melangsungkan ujian. Kepala sekolah lama mengambil inisiatif untuk mencari solusi sehingga proses pembelajaran dan ujian tetap dapat berjalan dengan baik,” kata Ria.
Namun hingga memasuki tahun 2026, persoalan pembayaran belum menemukan titik penyelesaian. Sementara itu, kepsek lama Muslim telah dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman. Kondisi tersebut membuat penyedia memutuskan mengambil kembali barang-barang yang belum terbayarkan itu.
Meski demikian, berdasarkan informasi terakhir yang diterima pihak sekolah, Muslim telah melunasi seluruh kewajiban pembayaran kepada penyedia dengan dana pribadinya.
Baca Juga:RSUD Tuanku Imam Bonjol Vaksinasi 300 Tenaga Medis dan Nakes, Antisipasi Peningkatan Kasus Campak
“Karena merasa bertanggung jawab, Pak Muslim beberapa waktu lalu sudah menyelesaikan persoalan administrasi itu,” tutur Ria.
Ria mengaku mengapresiasi langkah yang diambil Muslim karena tetap berkomitmen memprioritaskan keberlangsungan proses belajar mengajar saat sekolah menghadapi keterbatasan sarana.
Namun dampak dari pengambilan barang tersebut kini mulai dirasakan sekolah. SMKN 1 Lubuk Sikaping kembali mengalami keterbatasan karena tidak lagi memiliki perangkat jaringan komputer dan meja laboratorium komputer yang sebelumnya digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Terkait persoalan ini, Ria memilih tidak memberikan penjelasan lebih jauh dan menyarankan agar informasi yang lebih rinci dapat langsung dikonfirmasi kepada kepala sekolah.
Ia juga menyayangkan berkembangnya informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta. Menurutnya, isu tersebut bahkan berkembang hingga mengaitkan persoalan dengan pengadaan komputer di sekolah.
Padahal, kata Ria, komputer yang saat ini berada di laboratorium bukan merupakan hasil pengadaan sekolah, melainkan bantuan pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
“Sebagian aset sekolah itu juga sudah tercatat sejak tahun 1997 dan memang sudah benar-benar harus diganti,” ujarnya.
Sebelumnya, publik dihebohkan oleh pemberitaan yang menyebut adanya dugaan kemalingan di SMKN 1 Lubuk Sikaping. Dalam pemberitaan tersebut muncul judul “SMKN 1 Lubuk Sikaping Buncah Teriak Kemalingan, Ternyata Ada Utang Sekolah Belum Terbayarkan”.
Pemberitaan itu berawal dari informasi yang berkembang mengenai dugaan pencurian di lingkungan sekolah. Dari isu tersebut kemudian muncul dugaan adanya ketidakharmonisan hingga praktik kongkalikong dalam pengadaan komputer di SMKN 1 Lubuk Sikaping.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik pada Selasa (2/6). Pernyataan Hasnil Amri, salah seorang guru SMKN 1 Lubuk Sikaping, di media sosial memicu berbagai reaksi. Melalui akun Facebook pribadinya, Hasnil menyebut bahwa SMKN 1 Lubuk Sikaping dibobol maling pada Sabtu (30/5) siang.
Namun berdasarkan penjelasan pihak sekolah, pengambilan barang yang dimaksud bukanlah tindakan pencurian, melainkan penarikan kembali perangkat oleh penyedia terkait kewajiban pembayaran pengadaan yang belum terselesaikan saat itu. (*02)





