Pastikan Hak Belajar Anak, Bupati Pasaman Serahkan Bantuan untuk Siswa SD 12 Koto Kaciak

Pasaman, Kabarins.com – Di kawasan perbukitan yang masih menyimpan bekas pergerakan tanah, puluhan siswa SD Negeri 12 Koto Kaciak kini menjalani proses belajar mengajar di dalam tenda darurat. Meski jauh dari kata ideal, semangat anak-anak tetap menyala. Dari balik terpal sederhana, terdengar suara bacaan pelajaran bercampur tawa polos, seolah bencana tak mampu meruntuhkan tekad mereka untuk terus menuntut ilmu.

Sekolah yang sebelumnya mereka tempati terpaksa dikosongkan setelah diterjang longsor. Retakan tanah di sekitar bangunan dinilai masih berpotensi membahayakan, sehingga demi keselamatan, aktivitas belajar dipindahkan ke ruang kelas sementara berupa tenda seadanya.

banner 728x90

Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Pasaman, Welly Suhery. Bersama jajaran pemerintah daerah, ia meninjau lokasi pada Senin (19/1). Kunjungan tersebut bukan sekadar peninjauan, namun juga diiringi penyerahan bantuan berupa paket perlengkapan sekolah serta dua unit tenda belajar yang langsung dimanfaatkan sebagai ruang kelas darurat.

Suasana haru terlihat saat Bupati Welly menyapa anak-anak yang tengah belajar. Satu per satu siswa disalaminya, bahkan tak sedikit yang memeluknya dengan wajah ceria. Kehadiran orang nomor satu di Pasaman itu disambut penuh antusias oleh para pelajar.

“Kepada anak-anakku semua, tetaplah semangat belajar. Keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Teruslah menuntut ilmu,” pesan Bupati Welly kepada para siswa.

Ia menegaskan, kehadiran pemerintah di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab negara untuk memastikan hak dasar anak, khususnya pendidikan, tetap terpenuhi meski dalam situasi darurat. Hal tersebut disampaikannya di hadapan kepala sekolah, para guru, Kepala Dinas Pendidikan, perangkat nagari, serta pihak terkait yang turut mendampingi kunjungan.

Bupati Welly juga mengakui bahwa kondisi ini ditangani secara serius. Meski solusi yang diambil masih bersifat sementara, kebutuhan pendidikan anak-anak harus tetap berjalan.

“Ini adalah langkah darurat sambil menunggu kajian teknis lanjutan serta rencana relokasi permanen sekolah yang saat ini tengah diproses dalam dokumen rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang siswa mengaku senang atas perhatian yang diberikan. Meski belajar di tenda terasa panas di siang hari dan menimbulkan rasa khawatir saat hujan turun deras, ia dan teman-temannya memilih tetap bersekolah demi melanjutkan pelajaran.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Muslim, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam pemulihan pendidikan pascabencana.

“Keselamatan dan keberlanjutan pendidikan menjadi prioritas utama. Penyediaan tenda belajar dan perlengkapan sekolah ini adalah langkah awal agar Standar Pelayanan Minimal pendidikan tetap terpenuhi,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses relokasi permanen sekolah telah dimulai, meskipun membutuhkan anggaran yang besar serta kajian teknis yang matang agar benar-benar aman dan berkelanjutan. (Joni)

banner 728x90