Pasaman, Kabarins.com — Suasana Jorong Kampung Hangus, Koto Kaciak Barat, Kecamatan Bonjol, tampak berbeda pada Jumat pagi (7/2/2026). Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi reses anggota DPRD Sumatera Barat, Donizar, yang digelar di tengah kampung. Awalnya undangan dibatasi, namun antusiasme masyarakat membuat acara reses tersebut membludak.
Di bawah tenda sederhana, warga duduk berbaur dengan niniak mamak, aparat nagari, hingga Babinsa. Satu per satu usulan disampaikan, mulai dari kebutuhan rumah ibadah hingga infrastruktur pertanian. Suasana reses berlangsung hangat, penuh dialog, dan sesekali diselingi tepuk tangan warga serta canda tawa.
Ya, Donizar memang dikenal sebagai sosok yang ramah, humoris dan dikenal juga dengan jargon Politik Tanggungjawab. Tak heran masyarakat sangat merasakan kehadirannya.
Kepala Jorong Kampung Hangus, Suhardi, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran langsung wakil rakyat di tengah masyarakat. Menurutnya, reses menjadi ruang penting bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan nyata di lapangan.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Donizar yang datang langsung ke jorong kami. Ini bentuk perhatian nyata kepada masyarakat, bukan sekadar janji,” ujar Suhardi.
Hal senada disampaikan niniak mamak setempat, Datuak Rajo Tonggo. Ia menilai reses menjadi momen penting untuk menyatukan suara masyarakat adat dengan kebijakan pemerintah.
BACA JUGA: KONI Pasaman Resmi Dilantik, Bupati Welly: Bangkitkan Olahraga Bidik Prestasi
“Kami niniak mamak berharap aspirasi yang disampaikan hari ini benar-benar diperjuangkan. Kampung ini butuh sentuhan pembangunan, terutama untuk anak kemenakan kami,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Nagari Koto Kaciak Barat, Reza Fahlevi, bersama perangkat nagari, niniak mamak, kepala jorong, serta Babinsa.
Menanggapi berbagai usulan warga, Donizar menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi yang telah disepakati bersama. Ia menyebutkan dan memaparkan beberapa hasil konkret dari reses tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kita sepakat memberikan bantuan untuk Mushalla Al Huda Kampuang Ladang sebesar Rp20 juta. Selain itu, pembangunan jalan usaha tani Aia Laweh–Batu Hampa juga menjadi prioritas,” kata Donizar di hadapan warga.
Tak hanya itu, Donizar juga mengungkapkan alokasi anggaran untuk pemberdayaan jorong.
“Untuk empat jorong di wilayah ini, kita bagi anggaran sebesar Rp200 juta. Masing-masing jorong mendapatkan Rp50 juta. Ini hasil kesepakatan bersama dan akan kita kawal pelaksanaannya,” tegasnya, disambut tepuk tangan warga.
Reses tersebut ditutup dengan doa bersama, mencerminkan harapan masyarakat agar aspirasi yang telah disampaikan benar-benar terwujud. Bagi warga Kampung Hangus, reses bukan sekadar agenda politik, melainkan pertemuan yang menghadirkan ruang untuk lebih dekat dengan pembangunan.(02)
BACA JUGA:Reses Donizar di Limo Koto Disambut Antusias, Warga Sampaikan Aspirasi Posyandu hingga Jalan Tani







