Apel Siaga Kebencanaan di Lubuk Sikaping Perkuat Kesiapsiagaan Jelang Lebaran

Pasaman, Kabarins.com — Pemerintah Kecamatan Lubuk Sikaping bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman menggelar apel siaga kebencanaan guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri yang tinggal beberapa hari lagi.

Kegiatan yang juga dilaksanakan di Kecamatan Bonjol selama dua hari tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, aparat kecamatan, nagari, serta unsur Forkopimca dalam upaya mitigasi bencana.

banner 728x90

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pasaman, Mardianto menyampaikan bahwa sejumlah nagari di wilayahnya telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program kesiapsiagaan bencana. Nagari Durian Tinggi, Sundatar, serta nagari lainnya dinilai aktif berpartisipasi baik dari sisi sumber daya manusia maupun kesiapan sarana pendukung.

“Alhamdulillah, nagari-nagari di Kecamatan Lubuk Sikaping telah menunjukkan semangat dan dedikasinya dalam mendukung program kesiapsiagaan bencana. Baik dari segi sumber daya manusia maupun peralatan, insya Allah secara bertahap akan semakin baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa selain upaya teknis, masyarakat juga diingatkan untuk selalu memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari berbagai musibah.

“Dalam menghadapi dan melakukan mitigasi kebencanaan, kita juga harus selalu bermohon kepada Sang Pencipta, Allah SWT, agar dijauhkan dari segala musibah dengan menaati larangan-Nya dan melaksanakan perintah-Nya,” tambahnya.

Baca Juga:Kantor Pertanahan Pasaman Laksanakan Penandatanganan Adendum Kontrak PPPK, Perkuat Komitmen Pelayanan

Lebih lanjut, Mardianto menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur sebagai pedoman dalam menjaga keseimbangan alam dan lingkungan.

“Kearifan lokal harus tetap kita pedomani. Nilai-nilai dan norma yang telah hidup sejak dahulu mengajarkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap lingkungan. Ini penting agar kita bisa menjaga alam dan menghindari potensi bencana,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa koordinasi dan komunikasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam penanggulangan bencana di daerah.

“Koordinasi dan komunikasi yang baik antara Forkopimca, pemerintah nagari, dan BPBD sangat diperlukan, terutama dalam hal pelaporan kejadian bencana. Ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan masyarakat,” kata Mardianto.

Menurutnya, kegiatan apel siaga ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat menjelang perayaan Idulfitri.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, aparat nagari, dan masyarakat, diharapkan upaya mitigasi dan penanganan bencana di Kabupaten Pasaman dapat berjalan lebih efektif dan responsif.(*02)

Baca Juga:Ramadan Penuh Kebersamaan, Wakil Bupati Pasaman Buka Puasa Bersama Wali Nagari dan Ketua Bamus

banner 728x90