
Jakarta,Kabarins.com – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan keberhasilan pemerintah dalam menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp31,3 triliun sepanjang masa pemerintahannya. Dana tersebut berasal dari penanganan berbagai kasus korupsi serta penagihan denda administratif.
Baca juga:Presiden Prabowo Fokus Kemandirian Energi, Indonesia Mantap Menuju Era Energi Bersih
Dana yang berhasil dihimpun ini akan difokuskan untuk program pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya renovasi 34.000 gedung sekolah dan penyediaan lebih dari 500.000 rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam acara penyerahan uang hasil penagihan denda administratif sektor kehutanan oleh Satgas PKH di Kejaksaan Agung, Jumat (10/4).
Baca juga: Kapolda Sumbar Ucapkan Dirgahayu ke-80 TNI AU, Tegaskan Sinergitas TNI-Polri untuk NKRI
Prabowo menjelaskan bahwa total Rp31,3 triliun tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah penanganan kasus besar. Di antaranya, penyelamatan sebesar Rp13,255 triliun dari perkara korupsi fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) pada Oktober 2025, serta Rp6,625 triliun pada Desember 2025.
“Pada hari ini, 10 April, kita kembali berhasil menyelamatkan Rp11,420 triliun. Dengan demikian, total uang tunai yang berhasil diselamatkan mencapai Rp31,3 triliun,” ujar Prabowo.
Menurutnya, anggaran sebesar itu memiliki dampak signifikan terhadap sektor pendidikan nasional. Ia menegaskan bahwa dana tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki hingga 34 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, pemerintah juga telah melakukan renovasi terhadap sekitar 17 ribu sekolah, sehingga tambahan anggaran ini dinilai mampu mempercepat pemerataan kualitas infrastruktur pendidikan.
“Ini berarti kita bisa melipatgandakan upaya perbaikan sekolah yang selama puluhan tahun tidak tersentuh renovasi,” jelasnya.
Selain sektor pendidikan, Prabowo menambahkan bahwa dana tersebut juga dapat dialokasikan untuk program perumahan rakyat. Pemerintah menargetkan renovasi lebih dari 500 ribu rumah, yang diperkirakan akan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 2 juta masyarakat berpenghasilan rendah.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat kesejahteraan rakyat secara merata,” tutupnya.(*01L)


