Lahan Persawahan Masyarakat Tergerus Dibawa Arus, PT Nindya Karya Kerahkan 10 Alat Berat Normalisasi Sungai Sepanjang 700 Meter

Padang, Kabarins.com – Lahan pertanian masyarakat di dekat PLTA Gunung Nago Kecamatan Pauh terlihat kritis, akibat banjir besar dari hulu Batang Kuranji. Sawah masyarakat yang semula terbentang luas, akhirnya terbawa galodo yang terjadi akhir tahun 2025 lampau.

Kondisi ini membuat Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (BWS) Sumatera V turun tangan membantu warga, supaya lahan pertanian mereka tidak semakin hanyut dibawa derasnya air sungai yang terkenal ganas tersebut.

PT Nindya Karya yang dipercaya menangani permasalahan krusial tersebut, bergerak sporadis mengerahkan alat berat, untuk membuat tanggul dan mengembalikan aliran sungai seperti semula agar tidak mengenai sawah masyarakat terdampak

Pelaksana Lapangan PT Nindya Karya Taufik menyebutkan, pengembalian aliran sungai dalam rangka pekerjaan darurat bencana ini dilakukan, karena lahan masyarakat dalam kondisi kritis.

Baca Juga:PT Nindya Karya Kebut Normalisasi Sungai Batang Kabung, Geobag Dipasang Cegah Abrasi dan Banjir

“Terlihat arus sungai Batang Kuranji yang deras setiap harinya mengikis tebing sungai, dimana lahan atasnya merupakan areal persawahan. Nah lahan ini yang kita perkuat dengan membangun tanggul serta mengembalikan arus sungai,” ucapnya

Ia menyebut bahwa untuk mengembalikan arus sungai diperkirakan sepanjang 700 meter tersebut, dikerahkan 10 excavator berukuran besar. Agar pekerjaan pembuatan tanggul bisa segera terlaksana. Mengingat pekerjaan dilakukan saat musim hujan

“Kami pun bekerja tidak bisa maksimal, karena cuaca dilokasi pekerjaan tidak menentu. Maka dari itu, dikerahkan excavator agar bisa selesai,” tukasnya.

Sementara itu Badul warga sekitar menyampaikan rasa syukur atas pekerjaan yang dilakukan pemerintah melalui Nindya Karya. Sebab setelah pekerjaan tanggul dilaksanakan, air sungai tidak lagi meluap sampai ke rumah dan warung tempat berjualan.

“Alhamdulillah sejak ada tanggul ini, air tidak ada lagi meluap ke warung maupun rumah saya. Mudah-mudahan saja kedepannya tidak ada lagi air sungai yang meluap. Banjir besar kemarin merupakan banjir paling besar sepanjang saya berada disini,” pungkasnya.(*02)

Baca Juga:Pemkab Pasaman dan RSOMH Bukittinggi Perkuat Kerja Sama Layanan Kesehatan dan Edukasi Masyarakat