Program RTLH Welly–Parulian Sentuh Pelosok Pasaman, Rumah Reyot Kini Jadi Hunian Layak

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pasaman bersama kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman, Perhubungan dan Lingkungan Hidup (DPRKPPLH), Hasrizal didampingi Ketua BAZNAS Pasaman Asnil M dengan jajaran dinas DPRKPPLH saat konfrensi pers menyampaikan pelaksanaan program unggulan rumah layak huni di Media Center, Diskominfo, Senin, (18/5/2026)

Pasaman, Kabarins.com — Di balik dinding lapuk dan atap bocor yang selama bertahun-tahun menjadi saksi kehidupan penuh keterbatasan, kini tumbuh harapan baru bagi masyarakat miskin di Kabupaten Pasaman.

Melalui Program Bantuan Rumah Layak Huni (RLH), Pemerintah Kabupaten Pasaman menghadirkan kepedulian nyata bagi warga kurang mampu agar dapat tinggal di rumah yang aman, sehat, dan layak huni.

Program tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati H. Parulian periode 2025–2030. Sejak diluncurkan pada Mei 2025, program itu terus bergerak menyentuh masyarakat hingga ke pelosok nagari.

Tak sekadar membangun rumah, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga menjadi upaya membangun kembali harapan hidup masyarakat kecil yang selama ini tinggal dalam kondisi memprihatinkan. Banyak warga yang sebelumnya harus bertahan di rumah nyaris roboh dan bocor, kini mulai merasakan kenyamanan tinggal di hunian yang lebih layak.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Pasaman, sejak 2025 program tersebut telah merealisasikan pembangunan 741 unit rumah baru dan renovasi 203 unit rumah warga.

Sementara pada tahun 2026, program kembali dilanjutkan melalui pembangunan 20 unit rumah baru dan renovasi 53 unit rumah lainnya.

Bupati Pasaman Welly Suhery mengatakan, rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan tempat lahirnya harapan dan masa depan keluarga.

“Pemerintah harus hadir untuk rakyat kecil. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi tempat membangun kehidupan yang lebih baik,” ujar Welly Suhery saat meninjau salah satu rumah penerima bantuan di daerah terpencil Pasaman beberapa waktu lalu.

Di sejumlah nagari, kondisi rumah warga memang sangat memprihatinkan. Sebagian lansia hidup sendiri di rumah berdinding anyaman bambu yang nyaris roboh. Ada pula keluarga petani yang harus bertahan setiap kali hujan turun karena air masuk dari celah atap yang bocor.

Baca Juga:Bergerak Untuk Petani; Welly-Parulian Hadirkan Bajak Gratis Pakai Sistem Digital “BAGUS” Dan Kawal Pupuk Petani

Kini, melalui program RTLH Pemkab Pasaman, rumah-rumah tersebut mulai dibangun kembali secara bertahap. Pemerintah daerah juga melibatkan semangat gotong royong masyarakat agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan warga.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman, Hasrizal, didampingi Ketua BAZNAS Pasaman Asnil M saat jumpa pers di Dinas Kominfo Pasaman, Senin (18/5/2026), mengatakan program bantuan Rumah Layak Huni merupakan bagian dari Program Unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Tahun 2025–2030 yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendukung indikator pembangunan daerah, sekaligus menunjang Program Strategis Nasional yang selaras dengan Rencana Strategis Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman.

“Tujuan utama program ini membantu masyarakat miskin dan rentan miskin agar memiliki rumah yang memenuhi standar kelayakan, sekaligus mengurangi kawasan permukiman kumuh dan menekan angka kemiskinan,” jelas Hasrizal.

Ia menambahkan, sasaran program diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), penerima bantuan yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil 1 hingga 4, serta masyarakat yang memiliki semangat swadaya.

Tak sedikit warga yang menangis haru saat rumah mereka mulai direnovasi. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan sekadar semen, papan, dan genteng, melainkan bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah rakyat kecil.

“Selama puluhan tahun kami tinggal dalam ketakutan kalau rumah roboh. Sekarang kami merasa diperhatikan,” ungkap salah seorang warga penerima bantuan.

Meski dihadapkan pada efisiensi anggaran dan keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Pasaman tetap berkomitmen menjalankan program-program pro rakyat. Bantuan RTLH menjadi salah satu prioritas utama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan nilai kemanusiaan.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Pasaman Bangkit yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi memastikan masyarakat kecil benar-benar merasakan kehadiran pemerintah secara langsung.

Di balik rumah-rumah baru yang mulai berdiri di sudut-sudut kampung Pasaman, tersimpan kisah perjuangan, air mata, dan harapan baru. Pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada lagi warga Pasaman yang hidup di rumah nyaris roboh tanpa perhatian. (*02)

Baca Juga:Pendidikan Gratis Dan Seragam Gratis, Investasi Jangka Panjang Welly–Parulian Untuk Anak Pasaman