Padang, Kabarisn.com— Keterbatasan sarana dan prasarana di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Padang menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman. Ia turun langsung meninjau kondisi sekolah setelah menerima keluhan para guru terkait fasilitas pendidikan yang dinilai memprihatinkan.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus menindaklanjuti aspirasi para pendidik. Para guru menyampaikan bahwa sejumlah fasilitas belajar masih minim dan disebut belum pernah tersentuh bantuan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD.
Bagi peserta didik berkebutuhan khusus, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai bukan sekadar pelengkap kegiatan belajar mengajar. Fasilitas yang layak, aman, dan nyaman merupakan kebutuhan penting untuk menunjang proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Evi Yandri mengaku menerima langsung berbagai keluhan guru dalam beberapa hari terakhir. Aspirasi tersebut mendorongnya untuk melihat sendiri kondisi sekolah dan mengidentifikasi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.
“Saya datang untuk memastikan secara langsung kondisi yang disampaikan para guru. Anak-anak berkebutuhan khusus berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang layak,” ujar Evi Yandri.
Baca Juga:Dikenal Akrab dengan Insan Pers, Dirlantas Reza Mutasi ke Lampung dengan Prestasi Pin Emas Kapolri
Menurutnya, pemenuhan hak pendidikan harus didukung lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik mengikuti pembelajaran dengan lebih baik sekaligus menunjang peran guru dalam mendampingi mereka.
Evi Yandri menyatakan, aspirasi para guru akan menjadi perhatian serius agar kebutuhan sarana dan prasarana SLB Negeri 1 Padang dapat diperjuangkan. Dukungan terhadap fasilitas pendidikan dinilai penting untuk membantu sekolah meningkatkan kualitas layanan pembelajaran bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Peninjauan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong tindak lanjut atas berbagai persoalan yang disampaikan pihak sekolah. Namun, realisasi dukungan terhadap kebutuhan sarana dan prasarana tersebut masih menjadi hal yang dinantikan.
Pemenuhan fasilitas yang layak, aman, dan nyaman menjadi kebutuhan mendesak agar anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik. Aspirasi para guru kini menunggu tindak lanjut agar kebutuhan pendidikan peserta didik di SLB Negeri 1 Padang mendapat perhatian nyata. (*02)





