Geger! AS Serang Venezuela, Donald Trump Klaim Tangkap Nicolas Maduro dan Istrinya: Dibawa ke New York!

Jakarta,Kabarins.com – Ketegangan geopolitik dunia memuncak setelah Amerika Serikat melancarkan serangan berskala besar ke Venezuela. Presiden AS, Donald Trump, membuat pernyataan mengejutkan bahwa militer AS telah berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya, Cilia Flores.

​Dalam konferensi pers resmi pada Sabtu (03/01), Trump menegaskan bahwa Maduro telah dibawa ke New York untuk menghadapi serangkaian tuduhan berat terkait jaringan perdagangan narkoba internasional.

banner 728x90

​”Maduro adalah diktator yang tidak sah. Kini ia akan menghadapi keadilan di New York atas kejahatan perdagangan narkoba yang dilakukannya,” tegas Trump.

Poin-Poin Penting Pernyataan Donald Trump Usai Serangan

​Berikut adalah rangkuman pernyataan strategis Donald Trump terkait operasi militer dan masa depan Venezuela:

  • Kendali Penuh AS: Trump menyatakan AS akan mengambil alih kendali di Venezuela hingga tercapai “transisi kekuasaan yang aman, tepat, dan bijaksana”. Meski begitu, ia belum merinci mekanisme teknis kendali tersebut.
  • Restorasi Infrastruktur Minyak: Trump berencana mengerahkan perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat untuk memperbaiki infrastruktur minyak Venezuela yang rusak guna memulihkan pendapatan negara tersebut.
  • Ancaman Serangan Kedua: Militer AS diklaim telah bersiap untuk melancarkan gelombang serangan kedua jika diperlukan, meski Trump optimis hal itu tidak akan terjadi.
  • Visi ‘Kemitraan Baru’: Trump menjanjikan kemitraan yang akan membuat rakyat Venezuela menjadi “kaya, mandiri, dan aman” setelah lepas dari kepemimpinan Maduro.

Respon Keras Pemerintah Venezuela: “Hanya Ada Satu Presiden!”

​Menanggapi serangan dan klaim penangkapan tersebut, Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, muncul di televisi pemerintah untuk mengecam tindakan Amerika Serikat. Ia menyebut aksi militer tersebut sebagai “agresi bersenjata” yang melanggar kedaulatan negara.

​Rodríguez menegaskan bahwa Dewan Pertahanan Negara telah diaktifkan untuk merespons situasi darurat ini.

​”Dunia harus tahu, hanya ada satu presiden di Venezuela, dan namanya adalah Nicolás Maduro,” ujar Rodríguez dengan nada tegas.

​Pihak Venezuela sebelumnya secara konsisten membantah keterlibatan Maduro dalam kartel narkoba dan menuduh AS hanya mengincar kekayaan sumber daya alam mereka.

Motif di Balik Serangan

​Banyak analis menilai langkah berani AS ini dipicu oleh akumulasi sanksi ekonomi yang gagal menggulingkan Maduro serta ambisi AS untuk mengamankan cadangan minyak terbesar dunia yang dimiliki Venezuela.

​Hingga berita ini diturunkan, situasi di ibu kota Caracas dilaporkan masih mencekam dengan penjagaan ketat dari pasukan pro-pemerintah. ( *01 )

banner 728x90