Aceh,Kabarins.com – Menjelang dinamika politik dan sosial yang tengah berkembang, masyarakat Gayo secara tegas menyuarakan komitmen untuk menjaga perdamaian di Tanah Gayo. Gerakan ini muncul sebagai respons terhadap berbagai upaya propaganda yang dinilai berpotensi memecah belah persatuan warga di wilayah dataran tinggi tersebut.
Baca Juga :
Memanas! Rusia Ancam AS: Bebaskan Nicolas Maduro atau Tanggung Konsekuensinya
Masyarakat Gayo menegaskan bahwa wilayah mereka adalah tanah yang berdaulat dan cinta damai. Mereka menolak keras segala bentuk simbol atau gerakan tidak jelas yang mencoba memanfaatkan situasi demi kepentingan kelompok tertentu.
Menolak Menjadi Alat Provokasi
Dalam pernyataan sikap yang berkembang di tengah masyarakat, ditegaskan bahwa warga Gayo memiliki martabat tinggi dan tidak akan mudah dipengaruhi oleh isu-isu yang hanya menguntungkan pihak-pihak pencari kekuasaan.
”Kami masyarakat Gayo bukan budak yang gampang diprovokasi hanya untuk kepentingan perut dan kekuasaan satu kelompok. Gayo cinta damai, jangan kotori Tanah Gayo dengan simbol-simbol yang tidak jelas,” bunyi pernyataan tegas yang beredar di kalangan tokoh pemuda dan masyarakat lokal, Minggu (4/1/2026).
Langkah ini dinilai sebagai tindakan yang sangat tepat dan terukur dalam mengantisipasi kerusuhan. Masyarakat sepakat bahwa jika terdapat pihak yang mencoba menciptakan kegaduhan, warga tidak segan untuk bertindak tegas demi menjaga keamanan daerah.
Pandangan Pakar: Resiliensi Budaya Gayo
Menanggapi fenomena ini, pengamat sosial politik dari Universitas Malikussaleh, Dr. Teuku Muhibuddin, menilai bahwa soliditas masyarakat Gayo merupakan bentuk social resilience (ketahanan sosial) yang sangat kuat.
”Masyarakat Gayo memiliki filosofi hidup yang mengutamakan musyawarah dan harga diri. Ketika mereka merasakan adanya ancaman dari luar yang bersifat provokatif atau transaksional, secara kolektif mereka akan melakukan penolakan. Ini adalah proteksi alami terhadap stabilitas keamanan daerah,” ujar Dr. Muhibuddin.
Pentingnya Menjaga Simbol Daerah
Lebih lanjut, penggunaan “simbol-simbol tidak jelas” yang ditekankan oleh masyarakat menjadi peringatan bagi pihak luar untuk menghormati adat istiadat setempat. Tanah Gayo dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi keharmonisan di tengah keberagaman.
Pihak keamanan setempat pun turut mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak tergiur oleh ajakan-ajakan yang tidak memiliki dasar hukum atau tujuan yang jelas bagi kesejahteraan rakyat Gayo secara umum.
Dengan deklarasi damai ini, diharapkan Tanah Gayo tetap menjadi wilayah yang kondusif, jauh dari konflik kepentingan, dan tetap fokus pada pembangunan ekonomi serta pelestarian budaya.
Baca Juga :







