Padang,Kabarins.com – Semen Padang FC menunjukkan tanda-tanda kebangkitan usai menahan imbang Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Hasil ini terasa istimewa karena Kabau Sirah bahkan mampu unggul lebih dulu 2-0 dalam 10 menit awal pertandingan, memperlihatkan perubahan signifikan dalam pola permainan dan mental bertanding tim.
Performa impresif ini tak lepas dari langkah pembenahan besar-besaran yang dilakukan Andre Rosiade. Politikus yang kini aktif membenahi Semen Padang itu mulai memperbaiki manajemen, baik di internal perusahaan maupun internal tim. Salah satu kebijakan berani yang diambil adalah melakukan “cuci gudang” pemain.

Baca Juga :
Bupati Welly Suhery Kick Off Tenis Eksekutif 2026, Silaturahmi Elite Olahraga Pasaman Menguat
Menurut Andre, jumlah pemain yang dikontrak sebelumnya terlalu gemuk dan membebani keuangan klub. “Sebanyak 34 pemain itu sangat memberatkan. Idealnya cukup 24 sampai 27 pemain, termasuk pembinaan,” ujar Andre. Ia menegaskan, Semen Padang ke depan akan menggunakan pemain yang benar-benar siap bermain, sembari menyiapkan skuad masa depan melalui sistem pembinaan yang jelas.
Andre juga berencana menunjuk mantan pemain sebagai talent scouting yang memahami kultur sepak bola daerah. Ia menyebut nama almarhum H. Suhatman Imam, tokoh sepak bola nasional yang dipercaya Ketua Umum PSSI Azwar Anas, sebagai inspirasi. Dari Sumatera Barat, Suhatman Imam telah melahirkan banyak pemain nasional seperti Yeyen Tumena, Gusnedi Adang, hingga generasi sebelumnya seperti Anton Syofnervil.
“Semua ini kami lakukan agar anggaran yang saya cari tidak sia-sia,” tegas Andre saat didampingi Verry Mulyadi, tokoh sepak bola nasional dan mantan Exco PSSI yang juga lama berkecimpung di tubuh Semen Padang.
Verry menilai langkah Andre sangat luar biasa dan realistis. Menurutnya, jika rencana ini diterapkan secara konsisten dan menyeluruh hingga ke manajemen perusahaan, Semen Padang berpeluang aman bertahan di Liga 1 selama tiga musim ke depan. “Bukan hanya tim, tapi struktur perusahaan dan belanja pegawai juga harus berdampak positif ke performa klub,” jelasnya.
Soal pertandingan, Verry mengapresiasi keberanian pelatih mempercayakan kiper lokal. Ia menekankan peran pelatih kiper Zulkarnain Zakaria dalam membaca psikologis pemain, baik inti maupun cadangan. Verry juga mendorong lahirnya kiper lokal Sumatera Barat dengan memaksimalkan potensi Rendy, Ibal Ambon, serta memanggil Ikhram.
“Faktor kedaerahan penting. Kiper dari Medan, bek dari Jawa, ini ilmu yang saya dapat dari Pak Haji Suhatman Imam,” tutup Verry.
Harapan pun menguat agar Semen Padang bangkit dan kembali berjaya. Dukungan mengalir agar Andre Rosiade terus melanjutkan pembenahan, bahkan didorong menjadi Ketua Umum PSSI di masa depan.(*01).
Baca Juga :
Senegal Juara Piala Afrika 2025 Usai Final Dramatis, Protes Penalti & Pemain Maroko Gagal Eksekusi



